Menu MBG Dinilai Terlalu Sederhana, SPPG Kabupaten Tangerang Janji Lakukan Evaluasi

waktu baca 2 menit
Rabu, 4 Mar 2026 22:38 153 Wartawan | Mahdi

KABUPATEN TANGERANG (Suarabantennews.com) – Program Makan Bergizi (MBG) di Kabupaten Tangerang tengah menuai perhatian publik setelah menu yang disajikan kepada penerima manfaat dianggap terlalu sederhana. Sejumlah warga menilai sajian tersebut belum memenuhi kebutuhan gizi secara optimal.

Perbincangan soal menu MBG mencuat usai foto dan video paket makanan yang dibagikan beredar luas di media sosial. Berbagai tanggapan pun bermunculan dari masyarakat.

Dalam beberapa unggahan, warga mengeluhkan isi paket yang hanya terdiri dari susu kotak, kacang, dan pisang. Menu tersebut dinilai kurang variatif dan minim sumber protein utama.

Sorotan serupa juga muncul dari SDN Sukamulya 2 Kabupaten Tangerang. Di sekolah itu, menu yang dibagikan disebut hanya berisi roti, kacang, pisang, serta telur puyuh.

Menanggapi kritik tersebut, Koordinator Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kabupaten Tangerang, Priyo Basuki, memastikan pihaknya akan melakukan evaluasi terhadap komposisi makanan yang diberikan.

“Saya turut prihatin dengan adanya menu yang terjadi dalam artian menu minimalis, saya selaku koordinator meminta maaf atas ketidaknyamanan, pastinya kita terus melakukan perbaikan dan evaluasi dari setiap kejadian,” katanya kepada wartawan, Rabu (4/3/2026).

Terkait isu harga per porsi yang dipersoalkan masyarakat, Priyo menjelaskan bahwa kesederhanaan menu dipengaruhi oleh kenaikan harga sejumlah bahan pokok selama Ramadan, seperti telur, kurma, dan susu.

Ia menyebut lonjakan harga tersebut berdampak pada penyusunan anggaran dalam penyediaan makanan oleh SPPG, sehingga memengaruhi variasi menu yang dibagikan.

Priyo juga mengungkapkan bahwa alokasi dana MBG ditetapkan minimal Rp8.000 per porsi untuk balita dan siswa kelas 1 hingga 3 SD.

Adapun untuk siswa kelas 4 sampai 6 SD, SMP, SMK, serta ibu hamil dan ibu menyusui, anggaran yang disiapkan sebesar Rp10.000 ribu per porsi.

Sebagai langkah antisipasi agar polemik serupa tidak kembali terjadi, Priyo menegaskan pihaknya meminta seluruh SPPG di Kabupaten Tangerang mencantumkan label harga pada setiap item makanan yang dibagikan.

“Kami juga antisipasi dengan berkoordinasi dengan pihak sekolah untuk memberikan penjrlasan ke orang tua atau wali murid agar mengetahui harga per item menu tersebut,” ucapnya.

 

LAINNYA