Rupiah Melemah dan BBM Naik, Harga Obat Melonjak 20 Persen di Kabupaten Tangerang

waktu baca 2 menit
Kamis, 11 Jun 2026 22:32 126 Wartawan | Mahdi

KABUPATEN TANGERANG (Suarabantennews.com) – Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat dan kenaikan harga BBM berdampak pada naiknya harga obat di berbagai daerah, termasuk Kabupaten Tangerang.

Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang menyebut kenaikan harga obat saat ini mencapai 15 hingga 20 persen. Kondisi tersebut terjadi karena sebagian bahan baku industri farmasi masih berasal dari luar negeri sehingga sensitif terhadap perubahan kurs.

Kepala Dinkes Kabupaten Tangerang, Hendra Tarmizi mengatakan inflasi juga menjadi salah satu faktor yang mendorong kenaikan harga obat di pasaran.

“Di seluruh Indonesia harga obat mengalami kenaikan sekitar 15-20%, inflasi sangat berpengaruh terhadap kenaikan harga obat, soalnya bahan dasar obat ada yg impor juga dan belum lagi efek kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM),” ucap Hendra Tarmizi, Kamis (11/6/2026).

Akibat lonjakan harga tersebut, beban anggaran kesehatan Pemerintah Kabupaten Tangerang ikut meningkat. Untuk menjaga ketersediaan stok obat bagi seluruh pasien, fasilitas kesehatan melakukan penyesuaian dalam pemberian obat.

“Dampaknya masyarakat pasti dapat obat lebih sedikit, kita berikan obat yangg biasanya 10 hari jadi 5 hari dulu,” papar Hendra.

Meski jumlah obat yang diberikan mengalami penyesuaian, Pemerintah Kabupaten Tangerang memastikan program pelayanan kesehatan gratis tetap berjalan dan tidak akan dihentikan.

Menurut Hendra, pemerintah daerah siap menambah alokasi anggaran agar masyarakat tetap memperoleh akses layanan kesehatan tanpa biaya.

“Ya tetap harus gratis, Pemerintah Daerah yang akan keluarkan dana lebih,” tegasnya.

LAINNYA