Belum Urus Sertifikat Higiene, Puluhan Dapur MBG di Kabupaten Tangerang Berisiko Ditutup BGN

waktu baca 2 menit
Kamis, 6 Agu 2026 19:00 136 Wartawan | Mahdi

KABUPATEN TANGERANG (Suarabantennews.com) – Puluhan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Tangerang terancam ditutup permanen lantaran belum mengurus Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, terdapat 312 Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) yang telah beroperasi. Dari jumlah tersebut, baru 155 dapur yang telah memiliki SLHS.

Sebanyak 68 dapur lainnya masih dalam proses pengurusan, sedangkan 89 SPPG belum mengajukan penerbitan sertifikat tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, Hendra Tarmizi, mengatakan setiap dapur MBG wajib memenuhi sejumlah persyaratan sebelum memperoleh SLHS.

“155 SPPG yang punya SLHS, ada 68 yang sedang mengurus. Syarat-syaratnya yaitu, 50 persen pegawai di SPPG itu sudah memiliki sertifikat penjamah makanan, inspeksi kesehatan lingkungan dan pemeriksaan laboratorium,” ucap Hendra Tarmizi, Kamis (6/8/2026).

BGN memberikan kesempatan kepada seluruh SPPG untuk menyelesaikan proses pengurusan hingga 10 Agustus 2026.

Koordinator Wilayah BGN Kabupaten Tangerang, Priyo Basuki, mengatakan dapur yang tidak menunjukkan progres pengurusan SLHS hingga batas waktu tersebut berpotensi dikenai sanksi berupa penghentian operasional.

“Itu mungkin yg sama sekali belum ada progress sama sppg yg udah lama jalan tp belum mengurus SLHS, kemungkinan bisa terjadi seperti itu,” katanya.

Ia menyebut proses penerbitan SLHS masih menemui sejumlah hambatan, seperti keterbatasan petugas sanitasi, hasil uji laboratorium yang belum memenuhi ketentuan, hingga masih adanya kekurangan fasilitas di beberapa SPPG.

“Kalau dari Dinkes biasanya dari petugas sanitasi yang terbatas, terus ada kendala seperti ketika cek laboratorium ada yang tidak sesuai terkadang harus diperbaiki dulu,dan juga banyaknya kekurangan-kekurangan di sppg,” tuturnya.

LAINNYA