Kemarau Berkepanjangan, Bupati Tangerang Siagakan Distribusi Air Bersih ke Sembilan Kecamatan

waktu baca 2 menit
Kamis, 30 Jul 2026 08:42 174 Redaksi | Atma

KABUPATEN TANGERANG (Suarabantennews.com) — Pemerintah Kabupaten Tangerang memperkuat langkah antisipasi menghadapi ancaman kekeringan akibat fenomena El Nino yang diperkirakan memicu musim kemarau lebih panjang tahun ini. Selain mendistribusikan bantuan air bersih, pemerintah juga menyiapkan berbagai upaya untuk menjaga pasokan air bagi masyarakat dan sektor pertanian.

Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid mengatakan, berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), musim kemarau tahun ini diperkirakan berlangsung lebih lama. Karena itu, pemerintah daerah bergerak cepat melakukan pendataan wilayah yang berpotensi mengalami krisis air bersih.

“Karena itu kami sedang melakukan pendataan sekaligus mengambil langkah-langkah penanganan,” kata Maesyal, Rabu (29/7/2026).

Dia menjelaskan, bantuan air bersih telah disalurkan kepada masyarakat yang terdampak kekeringan di sejumlah lokasi. Selain itu, distribusi air bersih juga terus dilakukan secara rutin ke sembilan kecamatan yang mengalami kekeringan.

Menurut dia, penyaluran air bersih dilakukan oleh Perumdam Tirta Kerta Raharja (Perumdam TKR) bersama Dinas Perumahan, Permukiman, dan Pemakaman (Perkim), serta Palang Merah Indonesia (PMI).

Maesyal menegaskan, setiap laporan dari camat maupun kepala desa mengenai wilayah yang mengalami kekeringan langsung ditindaklanjuti dengan pengiriman bantuan air bersih.

“Saat ini sembilan kecamatan sudah ter-cover,” ujarnya.

Meski demikian, dia mengakui ketersediaan sumber air baku mulai mengalami penurunan akibat musim kemarau yang berkepanjangan. Salah satu penyebabnya adalah berkurangnya debit air Sungai Cisadane yang menjadi sumber pasokan air baku bagi Perumdam TKR.

“Stok air masih tersedia, meskipun air baku di Cisadane mulai berkurang,” katanya.

Selain memastikan kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi, Pemerintah Kabupaten Tangerang juga mulai mengantisipasi dampak kemarau terhadap sektor pertanian. Dinas Pertanian telah melakukan pendataan lahan yang berpotensi terdampak kekeringan sekaligus menyiapkan pengadaan pompa air untuk membantu mengairi area persawahan.

“Dinas Pertanian sudah mendata dan mempersiapkan pengadaan pompa air untuk bisa mengairi persawahan,” pungkasnya. [SBN]

LAINNYA