Berkepribadian Islam Bukan Sekadar Beragama Islam

waktu baca 3 menit
Selasa, 1 Sep 2026 13:16 201 Reporter | Ferdianherss

Oleh: Erna Ummu Aqilah

Negara kita tercinta mayoritas penduduknya menganut agama Islam. Memiliki jumlah masjid dan pesantren yang luar biasa banyaknya. Belum lagi sekolah-sekolah berbasis agama yang tak kalah hebatnya. Namun kenapa justru kejahatan dan kemaksiatan semakin merajalela? Bukankah agama kita mengajarkan kebaikan dan melarang kejahatan apapun bentuknya?

Pertanyaan ini harus bisa dijawab dengan sebenar-benarnya, supaya kita bisa mencari penyebab sekaligus solusi terbaik dari semuanya. Bukan sekadar solusi yang bersifat parsial akan tetapi solusi menyeluruh yang bersifat universal.

Betapa mirisnya kondisi kerusakan saat ini, mulai dari bencana alam seperti banjir, longsor, gempa bumi, kebakaran hutan, kemarau panjang yang menyebabkan kekeringan. Yang tak kalah miris bencana sosial mulai dari kehancuran moral yang mengakibatkan rusaknya tatanan kehidupan. Korupsi di mana-mana yang mengakibatkan kerugian negara dan membuat rakyat menderita. Penyalahgunaan obat-obatan terlarang yang melibatkan anak-anak sampai lansia, rakyat jelata hingga pejabat negara. Seks bebas yang merusak nasab, bahkan perzinaan dilakukan bukan hanya pada lawan jenis tetapi oleh sesama jenis yang menyumbang penyakit mematikan dan menular nauzubillahimindzalik. Belum lagi kasus kejahatan mulai dari penipuan, penggelapan, pencurian, perampokan hingga pembunuhan, semua terjadi di sekitar kita.

Taukah kita mengapa semua ini terjadi? Padahal kita tinggal di negara yang kaya raya, berbagai jenis sumber daya alam kita miliki, lautan luas dengan aneka ragam jenis ikan dan terumbu karang di dalamnya. Hutan dan gunung dengan beragam flora dan fauna di dalamnya, bahkan di juluki zamrud khatulistiwa.

Saat ini umat Islam menganut sistem sekuler yakni memisahkan agama dari kehidupan. Agama hanya sebatas persoalan pribadi dan ritual samata, tidak dijadikan standar dalam berfikir dan berperilaku. Akibatnya agama hanya mengatur masalah ibadah saja, bukan dijadikan landasan berbangsa dan bernegara.

Rasulullah Saw telah mewariskan kepada kita semua, yakni Al-Qur’an dan As-sunah. Juga mencontohkan bagaimana Rasulullah Saw saat menjadi pemimpin sebuah negara. Jika kita mengaku umatnya dan mau meneladani segala risalahnya, pasti kehidupan ini akan indah, tenang, tentram dan bahagia, bukan sebaliknya.

Akan tetapi umat Islam saat ini engan meneladani Rasulullah Saw, Al-Qur’an dan As-Sunah bukan dijadikan pedoman hidup, tetapi hanya sekadar dijadikan alat sumpah jabatan di atas kepala saja. Akan tetapi isinya justru dicampakkan, seolah-olah tidak cocok digunakan untuk mengatur negara ini. Sehingga mereka bersaing untuk membuat hukum-hukum yang seolah-olah lebih baik dan adil dari padal hukum buatan Allah Swt. Alhasil hukum syarat dengan kepentingan para pembuatnya, sebab manusia otaknya terbatas juga dipengaruhi hawa nafsu.

Seharusnya umat Islam memiliki pola pikir dan pala sikap yang sesuai dengan ajaran Islam, sehingga membetuk kepribadian Islam.

Jika umat ini memiliki pemikiran sesuai syariat Islam, tentu setiap tingkah lakunya akan sesuai pemikirannya dan akan membentuk kepribadiannya, yakni sesuai dengan syari’at Allah, seperti yang dicontohkan Rasulullah Saw.

Jika demikian maka negara ini akan memiliki pemimpin dan rakyat yang sama-sama memiliki ketaatan kepada Allah Swt. Lingkungan yang aman dan jauh dari kemaksiatan, kehidupan yang bahagia karena dalam hidup senantiasa menerapkan semua aturan Allah Swt, melaksanakan semua perintah dan meninggalkan laranganNya. Baik dalam keadaan ringan ataupun berat.

Karena hukum Allah pasti terbaik dan paling adil, buat seluruhnya baik muslim maupun non muslim. Sebab Islam agama yang sangat menjaga toleransi, buat non muslim akan mendapatkan hak-haknya juga dalam menjalankan aktivitas agamanya.

Mari sama-sama kita merenung, dengan kondisi kerusakan saat ini apakah ada solusi terbaik selain dengan kembali kepada aturan Allah Swt? Sebab Allah telah menciptakan bumi beserta isinya sekaligus aturannya.

Jadilah muslim yang cerdas, yakni mentaati perintah dan menjauhi segala larangan Allah Swt. Banggalah menjadi muslim sejati bukan sekadar identitas diri.

Apakah hukum jahiliah yang mereka kehendaki? Hukum siapa kah yang lebih baik daripada hukum Allah bagi orang-orang yang meyakini agamanya?

(QS: Al-Ma’idah : 50)

Wallahu alam bishshawwab

Reporter | Ferdianherss

LAINNYA