KABUPATEN TANGERANG (Suarabantennews.com) – Proyek pembangunan Hutan Bambu di Desa Bojong Loa, Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang, hingga kini belum juga rampung meski sebelumnya ditargetkan selesai pada pertengahan 2026.
Proyek yang dikerjakan Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) tersebut memiliki nilai anggaran sekitar Rp1,8 miliar yang bersumber dari APBD Kabupaten Tangerang.
Sebelumnya, pengerjaan proyek tersebut ditargetkan rampung sekitar pertengahan tahun.
Namun, kondisi di lapangan pada Sabtu (29/8/2026) menunjukkan proyek tersebut belum selesai.
Tidak terlihat aktivitas pengerjaan di area proyek. Sejumlah bagian kawasan juga tampak kurang terawat.
Papan informasi proyek yang sebelumnya berada di bagian depan lokasi kini sudah tidak terlihat. Sementara sejumlah tanaman bambu yang telah ditanam tampak mengering.
Area proyek juga dipenuhi semak belukar. Kondisi serupa terlihat pada kolam yang direncanakan menjadi danau mini dengan fasilitas air mancur.
Kolam tersebut tampak dipenuhi lumut dan airnya berwarna kehijauan.
Berdasarkan papan informasi proyek yang sebelumnya terpasang di lokasi, pekerjaan pembangunan Hutan Bambu Cisoka dikerjakan oleh CV Putra Kosambi Jaya dengan masa pelaksanaan selama 90 hari kalender.
Paket pekerjaan tersebut juga tercatat dalam Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE) Kabupaten Tangerang dengan nama “Pembangunan Hutan Bambu Cisoka”. Pengumuman paket pekerjaan itu tercatat pada 15 Agustus 2025.
Sementara itu, Arisman Ndraha, seorang tukang cukur yang tempat usahanya berada tidak jauh dari lokasi proyek, mengaku tidak melihat adanya aktivitas pengerjaan selama dirinya bekerja di kawasan tersebut.
Arisman mengatakan mulai bekerja di lokasi tersebut sejak Maret 2026. Namun, hingga saat ini ia tidak melihat adanya pekerjaan lanjutan di kawasan Hutan Bambu.
“Sejak enam bulan lalu saya di sini, enggak ada satu pun pengerjaan di hutan bambu,” ujar Arisman.
Menurutnya, dengan nilai anggaran yang mencapai miliaran rupiah, proyek tersebut semestinya sudah dapat diselesaikan dan dimanfaatkan masyarakat apabila sesuai dengan target awal.
“Padahal anggarannya besar untuk Hutan Bambu ini, harusnya sudah selesai kalau memang ditargetkan pertengahan tahun ini,” katanya.
Arisman berharap proyek tersebut segera dilanjutkan hingga tuntas sehingga kawasan yang telah dibangun dapat dimanfaatkan masyarakat.
“Kalau bisa diselesaikanlah, anggarannya kan besar, sayang kalau ternyata proyeknya mangkrak,” ucapnya.