Pemkab Tangerang Terjunkan 100 Petugas Periksa Hewan Kurban

Rikhi Ferdian Herisetiana
10 Jun 2024 16:20
2 menit membaca

SuaraBantenNews.Com – Pemerintah Kabupaten Tangerang menerjunkan 100 petugas pemeriksa hewan kurban yang akan memeriksa kesehatan dan kelayakan hewan kurban di wilayah Kabupaten Tangerang.

Para petugas kesehatan hewan tersebut dilepas untuk bertugas di lapangan oleh Pj Bupati Tangerang Andi Ony Prihartono di Aula Bola Sundul Gedung Usaha Daerah (GUD), pada Senin 10 Juni 2024.

Pj Andi Ony mengatakan sesuai aturan pemerintah mempunyai kewajiban mengantisipasi ancaman kesehatan masyarakat yang bersumber dari penyakit hewan yang dapat menyebar ke manusia dan produk olahan hewan daging.

Oleh karenanya Pemkab Tangerang berkewajiban untuk memastikan semua daging konsumsi dan berbagai produk olahan daging itu aman untuk dikonsumsi masyarakat dan memenuhi aspek Aman, Sehat, Utuh dan Halal (ASUH).

“Kita harus waspada karena pada Tahun 2022 penyakit PMK masuk ke wilayah kita dan alhamdulillah kita bisa berhasil melewati. Tahun 2023 sudah dilakukan langkah-langkah antisipatif terhadap penyakit tersebut agar kesehatan dan keamanan dari hewan kurban sesuai kriteria yang telah ditetapkan,” tuturnya.

Lanjut dia, dari hasil pemeriksaan yang dilakukan tahun lalu, masih ditemukan sekitar 1 persen lebih, daging dan produk olahannya yang masih belum memenuhi kriteria ASUH.

Untuk itu, Andi sangat mengapresiasi Dinas Pertanian Kabupaten Tangerang dan seluruh jajaran atas segala upaya dan usaha untuk menjaga keamanan dan menjamin kehalalan serta kesehatan hewan kurban.

“Saya ucapkan terima kasih yang besar-besarnya kepada Dinas Pertanian dan seluruh jajaran yang selalu berinisiatif dan menyelenggarakan kegiatan ini setiap tahunnya,” ujar Andi.

Dia juga berpesan kepada seluruh petugas untuk bekerja secara profesional dan bertanggungjawab. Sebab, peran petugas pemeriksa hewan sangat vital dalam menjamin hewan kurban di seluruh Kabupaten Tangerang layak dikonsumsi dan sesuai dengan syariat.

“Tolong bapak, ibu bekerja secara profesional dan bertanggungjawab. Kami berharap tidak ada ditemukannya penyakit PMK dan LSD di wilayah Kabupaten Tangerang,” pungkasnya.