Seribu Buruh Sambangi Pemkot Cilegon, Serikat Buruh: Wali kota Jangan Lari

  • Whatsapp
Berita Banten, Berita Banten Hari Ini, Berita Banten Terbaru, Cilegon, Cilegon Hari Ini, Cilegon Terbaru, Peristiwa, Peristiwa Hari Ini, Peristiwa Terbaru, Berita Viral, Berita Viral Hari Ini, Berita Viral Terbaru: Seribu Buruh Sambangi Pemkot Cilegon, Serikat Buruh: Wali kota Jangan Lari

CILEGON (SBN) — Sebanyak kurang lebih seribu buruh yang tergabung dalam serikat pekerja dan serikat buruh (SP/SB) Kota Cilegon mengambangi Kantor Wali Kota Cilegon, dan melakukan aksi unjuk rasa, Jumat (19/11/2021) pukul 14.00 WIB.

Mereka menuntut kenaikan UMK Tahun 2022 Kota Cilegon. Sebelumnya, pada Jumat paginya, sekira pukul 09.00-11.00 WIB, massa buruh yang berasal dari delapan federasi atau serikat buruh ini terlebih dahulu melakukan aksi di dekat lampu merah Damkar, gerbang masuk Kawasan Indistri Krakatau bagian barat.

Read More

Koordinator Lapangan (Korlap) aksi, Rudi Syahrudin yang juga Ketua Forum Serikat Pekerja dan Serikat Buruh (SP/SB) Kota Cilegon membeberkan, pihaknya kecewa karena Wali Kota Cilegon Helldy Agustian atau Wakil Wali Kota Cilegon Sanuji tidak ada di tempat (di kantor).

Menurut informasi yang beredar, Wali Kota Cilegon sedang melakukan kunjungan ke Manado, Sulawesi Utara. Masa aksi buruh yang hadir pun kecewa dengan sikap Wali Kota Cilegon.

Hal ini karena pihak serikat pekerja dan serikat buruh sudah melakukan pemberitahuan dari jauh-jauh hari, bila akan melakukan aksi terkait kenaikan UMK Tahun 2022.

“Wali Kota (Cilegon) jangan lari lah, kecuali kalau kita tidak memberikan pemberitahuan, ada pemberitahuannya, kita tidak tahu kalau hari ini wali kota tidak ada di tempat. Inilah, kita sangat-sangat kecewa dan prihatin,” ujar Rudi Syahrudin kepada awak media.

Ia melanjutkan, seharusnya Wali Kota Cilegon peduli dengan buruh, bahwa hari ini sekita pekerja dan serikat buruh mau menghadap, dan mengadu ke Wali Kota Cilegon.

“Kita ke sini meminta kebijakan wali kota untuk memperhatikan buruh, menaikan UMK kita sebesar 13 persen,” jelasnya.

Rudi berharap Wali Kota Cilegon mempunyai sikap mandiri, tidak terintimidasi dari pihak manapun, baik itu dari menteri, ataupun lainnya.

“Walikota Cilegon itu yang pilih rakyat Cilegon, enggak usah takut dipecat oleh menteri, enggak usah takut dipecat oleh partai. Kalau Wali Kota memperhatihan buruh atau pekerja, itu mulia sekali,” terangnya. (hrs)

Wartawan

Related posts