Bupati Tangerang Tinjau Pembangunan Jalan Pakuhaji dan Sukadiri

waktu baca 3 menit
Rabu, 1 Apr 2026 16:01 105 Redaksi | Atma

KABUPATEN TANGERANG (Suarabantennews.com) – Pemerintah Kabupaten Tangerang mulai mempercepat pembangunan infrastruktur jalan di wilayah Pakuhaji dan Sukadiri. Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid turun langsung meninjau proses pembangunan dan perbaikan jalan tersebut, Rabu (1/4/26).

Peninjauan dilakukan bersama Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Iwan Firmansyah, Kepala Dinas Perhubungan Jaenudin, serta jajaran terkait. Dalam kesempatan itu, Bupati menyampaikan bahwa pengerjaan jalan telah dimulai sebagai respons atas kebutuhan masyarakat.

“Hari ini alhamdulillah Bina Marga Kabupaten Tangerang telah memulai pembangunan dan perbaikan jalan dari pertigaan Tanah Merah hingga Kramat,” ungkap Bupati Maesyal Rasyid.

Ia menjelaskan, pekerjaan dilakukan secara bertahap per segmen guna meminimalkan kemacetan. Dari total penanganan sekitar 2,89 kilometer, saat ini difokuskan pada pembangunan sepanjang kurang lebih 720 meter dan akan dilanjutkan secara bertahap hingga Gandu Kramat.

“Metode ini dilakukan agar tidak menimbulkan kemacetan panjang. Kita bangun bertahap dan berkelanjutan sampai seluruh ruas terselesaikan,” jelasnya.

Menurutnya, pembangunan dengan metode betonisasi ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya di Kecamatan Sepatan dan Pakuhaji. Ia juga mengapresiasi jajaran Dinas Bina Marga, camat, serta lurah yang telah menyosialisasikan kegiatan tersebut kepada masyarakat.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran yang telah membantu mensosialisasikan kepada masyarakat untuk bersabar. Pembangunan ini adalah yang sudah lama dinanti-nantikan,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pembangunan jalan tersebut akan memperlancar arus transportasi serta meningkatkan kenyamanan masyarakat. Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila terjadi kemacetan selama proses pengerjaan.

“Kami mohon maaf kepada masyarakat apabila terjadi kemacetan. Kami juga meminta dukungan semua pihak untuk membantu pengaturan lalu lintas agar tetap kondusif,” ungkapnya.

Ia menambahkan, pembangunan jalan akan terus dilanjutkan secara bertahap dalam beberapa tahun ke depan. Tahun 2026 menjadi tahap awal, sedangkan sisanya akan dilanjutkan pada tahun berikutnya.

“Insyaallah perbaikan jalan ini akan terus berlanjut hingga beberapa tahun ke depan. Targetnya, seluruh jalan di Kabupaten Tangerang dapat dalam kondisi lebih baik ,” tandasnya.

Selain di Pakuhaji, pembangunan jalan juga dilakukan di wilayah Sukadiri. Dari total kerusakan sekitar 2,7 kilometer, pada tahun 2026 ditangani sepanjang 1,157 kilometer dengan tahap awal pembangunan sepanjang 687 meter.

Ia menjelaskan, ruas jalan yang belum tertangani akan dilakukan pemeliharaan sementara dan dilanjutkan dengan betonisasi pada tahun 2027.

“Karena keterbatasan anggaran dan banyaknya titik jalan rusak di wilayah lain, maka penanganan dilakukan bertahap. Namun kami pastikan semuanya akan dituntaskan secara berkelanjutan,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala DBMSDA Kabupaten Tangerang Iwan Firmansyah mengatakan pembangunan jalan di Pakuhaji dan Sukadiri merupakan program prioritas daerah yang telah masuk skema lelang dini sehingga dapat dikerjakan lebih cepat pada awal tahun 2026.

“Kedua ruas jalan ini menjadi prioritas dan sudah masuk lelang dini, sehingga bisa lebih cepat dikerjakan. Sementara itu, ruas-ruas jalan lainnya di wilayah Kabupaten Tangerang tetap berjalan dan dalam proses penanganan secara bertahap,” ujarnya.

Ia menambahkan, rekonstruksi jalan menjadi bagian dari program strategis daerah untuk meningkatkan kualitas infrastruktur. Berdasarkan perencanaan, total penanganan ruas Gardu Tanah Merah mencapai 2,916 kilometer yang dibagi dalam beberapa segmen.

“Untuk kegiatan lanjutan rekonstruksi Jalan Cituis Sukadiri–Jati Gintung tahun 2026, pekerjaan meliputi rekonstruksi rigid beton sepanjang 687 meter dengan lebar 7 meter dan ketebalan beton 25 cm. Proyek ini ditargetkan dapat meningkatkan kondisi mantab jalan dari sebelumnya sekitar 4,025 km menjadi 5,182 km pada tahun 2026,”

Ia berharap pembangunan tersebut dapat meningkatkan mobilitas masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“Mohon dukungan dan doa dari seluruh masyarakat agar pembangunan ini berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi kita semua, dan kami juga menghimbau kepada masyarakat apabila Jalan dalam proses pengerjaan untuk jangan dulu dilalui dan diinjak apabila belum waktunya untuk dipergunakan karena bisa merusak jalan yang sudah dibangun,” pungkasnya. [SBN]

LAINNYA