Oleh: J. Abdullah
Suarabantennews.com — Pada paruh akhir abad ke-15, pesisir barat Jawa berdiri sebagai wilayah yang sibuk dan terbuka terhadap arus dagang internasional, sementara Kerajaan Sunda masih memegang kendali atas sejumlah pelabuhan penting, termasuk Banten, yang kala itu menjadi simpul pertemuan saudagar dari Gujarat, Arab, dan Tiongkok.
Dalam lanskap politik dan ekonomi yang bergerak cepat itulah, Sunan Gunung Jati hadir sebagai tokoh yang memadukan peran ulama, diplomat, dan arsitek kekuasaan, dengan pusat aktivitas awalnya di Cirebon sebelum pengaruhnya meluas ke wilayah Banten.
Ia memahami bahwa pelabuhan bukan sekadar ruang niaga, melainkan titik strategis yang menentukan arah kekuasaan. Karena itu, dakwah yang ia jalankan tidak berdiri sendiri, melainkan berjalan beriringan dengan pembentukan aliansi politik yang terukur dan berjangka panjang.
Ketika pengaruh Islam mulai menguat di pesisir utara Jawa, Banten menjadi wilayah yang dipandang penting untuk membangun pusat kekuasaan baru, terlebih karena posisinya yang strategis menghadap Selat Sunda dan jalur perdagangan internasional.
Langkah-langkah tersebut menunjukkan bahwa ekspansi pengaruh Islam di Banten berlangsung melalui pendekatan yang sistematis dan terencana, bukan melalui gejolak terbuka yang merusak tatanan sosial.
Transformasi Banten dari pelabuhan di bawah pengaruh Sunda menjadi kesultanan Islam membawa perubahan besar dalam struktur kekuasaan dan orientasi politik wilayah tersebut.
Jejak langkah itu memperlihatkan bahwa dakwah dan politik berjalan dalam satu garis sejarah yang saling menguatkan, sehingga Banten tidak sekadar menjadi wilayah taklukan, melainkan pusat kekuasaan yang berdaulat.
Hingga kini, makam Sunan Gunung Jati di Cirebon dan jejaknya di Banten tetap menjadi ruang ziarah dan simbol identitas keislaman yang kuat.
Melalui pembacaan yang tenang dan cermat, kita dapat melihat bahwa peran Sunan Gunung Jati melampaui kisah religius, sebab ia membangun jaringan kekuasaan yang membentuk arah perjalanan Banten dalam sejarah Nusantara. [SBN]