KAB. TANGERANG (Suarabantennews.com) – Pemerintah Kabupaten Tangerang bergerak cepat merespons kebutuhan infrastruktur masyarakat. Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid meninjau langsung kondisi jembatan pertanian di Desa Badak Anom, Kecamatan Sindang Jaya, Rabu (31/12/25).
Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap infrastruktur penunjang aktivitas warga, khususnya para petani yang setiap hari memanfaatkan jembatan tersebut untuk kegiatan panen dan mobilitas harian.
“Pagi tadi Pak Kadis Bina Marga melaporkan kepada saya bahwa di Badak Anom ada jembatan kecil yang digunakan masyarakat, terutama petani, untuk aktivitas panen dan kegiatan sehari-hari. Tadi saya lihat langsung, para petani juga banyak yang melintas di jembatan ini,” ujar Bupati Maesyal Rasyid.
Dia menegaskan, jembatan tersebut memiliki peran vital karena menjadi akses utama masyarakat dalam menjalankan aktivitas pertanian maupun kebutuhan sehari-hari.
“Jembatan dengan lebar sekitar 1,4 meter ini cukup vital, dibangun secara swadaya oleh masyarakat pada tahun 2011 dan hingga kini masih aktif digunakan dengan volume lalu lintas yang cukup tinggi,” ungkapnya.
Bupati menambahkan, jembatan itu menghubungkan Desa Badak Anom, Kecamatan Sindang Jaya, dengan Desa Jambukarya, Kecamatan Rajeg. Selain itu, jembatan tersebut melintasi Sungai Cimanceuri yang merupakan sungai aktif sehingga membutuhkan perhatian khusus dari sisi keselamatan.
“Karena ini sungai aktif dan lalu lintas masyarakat cukup tinggi, saya khawatir lama-lama jembatan ini rusak dan membahayakan. Untuk tahun ini, karena APBD 2026 sudah diketuk palu, kita perbaiki dulu bagian pengamannya seperti pagar jembatan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Bupati Maesyal Rasyid menyampaikan bahwa pembangunan jembatan secara permanen akan diupayakan melalui penganggaran tahun 2027, setelah seluruh perizinan terpenuhi, agar masyarakat memperoleh akses yang lebih aman dan layak.
“InsyaAllah di anggaran 2027 dan ijin dari Kementerian PU, nanti kita bangunkan jembatan ini, supaya kepentingan dan aktivitas sehari-hari masyarakat bisa terakomodir dengan baik,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Tangerang Iwan Firmansyah menyatakan pihaknya akan menyiapkan perencanaan teknis pembangunan jembatan sesuai ketentuan dan standar yang berlaku.
“Dinas Bina Marga dan SDA akan menyusun perencanaan teknis secara komprehensif dan berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum terkait perizinan pemanfaatan sumber daya air,” jelas Iwan.
Dia menambahkan, jembatan pertanian yang berlokasi di Kampung Badak RT 04/01, Desa Badak Anom, Kecamatan Sindang Jaya tersebut direncanakan memiliki bentang sekitar 48 meter dengan lebar 1,4 meter.
“Jembatan tersebut melintasi Sungai Cimanceuri yang kewenangannya berada di bawah Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung Cisadane,” tandasnya.
Menurut dia, seluruh proses perencanaan dan pembangunan jembatan nantinya akan mengacu pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 2 Tahun 2024 tentang Tata Cara Perizinan Berusaha Penggunaan Sumber Daya Air dan Persetujuan Penggunaan Sumber Daya Air. [SBN]

