KABUPATEN TANGERANG (Suarabantennews.com) – Program Sekolah Rakyat yang digagas pemerintah masih menghadapi keterbatasan tenaga pendidik di tengah jumlah siswa yang terus meningkat. Kebutuhan akan guru dengan kompetensi khusus dinilai menjadi tantangan utama dalam pelaksanaan program tersebut.
Menteri Sosial Republik Indonesia, Syaifullah Yusuf atau karib disapa Gus Ipul, mengungkapkan Sekolah Rakyat saat ini telah menampung sekitar 16.000 siswa yang tersebar di 166 sekolah di berbagai daerah di Indonesia.
Namun, jumlah tersebut belum sepenuhnya diimbangi dengan ketersediaan tenaga pengajar yang memadai.
Ia menjelaskan, karakteristik siswa Sekolah Rakyat sangat beragam. Banyak di antaranya merupakan anak-anak yang sebelumnya putus sekolah dalam waktu lama. Bahkan, terdapat siswa setingkat kelas 1 SMA yang belum lancar membaca.
“Terus terang, siswa Sekolah Rakyat ini istimewa karena tanpa tes akademik. Sebagian sudah lama putus sekolah, ada juga yang kelas 1 SMA tetapi belum bisa membaca. Inilah tantangan bagi guru Sekolah Rakyat,” ujarnya, Sabtu (28/2/2026).
Menurutnya, mengajar di Sekolah Rakyat tidak cukup hanya berbekal niat yang kuat. Guru dituntut memiliki kemampuan pedagogik yang baik sekaligus empati tinggi dalam menghadapi latar belakang siswa yang berbeda-beda.
“Selain sebagai pengajar, guru juga diharapkan mampu menjadi pembimbing moral sekaligus figur orangtua kedua bagi para siswa,” katanya.
Meski menghadapi berbagai tantangan, perkembangan peserta didik disebut cukup menggembirakan. Selama mengikuti pembelajaran, sejumlah siswa bahkan mulai menunjukkan kemampuan berbahasa asing dengan baik.
Pemerintah memastikan proses rekrutmen guru dilakukan secara selektif. Para tenaga pendidik yang diterima merupakan guru bersertifikat dan telah menempuh Pendidikan Profesi Guru (PPG). Seleksi tersebut melibatkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Badan Kepegawaian Negara (BKN), serta Kementerian PAN-RB.
“Saya percaya guru-guru kita ini rata-rata masih muda, usianya di bawah 30 tahun, memiliki kemampuan mengajar yang memadai, dan sudah beradaptasi selama enam bulan terakhir,” pungkasnya.