Krisis Air 5 Bulan, Warga Pagedangan Gunakan Air Sungai Cimanceuri untuk Mandi dan Mencuci

waktu baca 2 menit
Sabtu, 19 Sep 2026 18:59 7 Wartawan | Mahdi

KABUPATEN TANGERANG (Suarabantennews.com) – Warga Desa Karang Tengah, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang, masih menghadapi krisis air bersih setelah kemarau berlangsung selama sekitar lima bulan.

Keterbatasan air membuat sebagian warga yang tinggal di bantaran Sungai Cimanceuri terpaksa memanfaatkan air sungai untuk berbagai kebutuhan rumah tangga, mulai dari mandi hingga mencuci pakaian.

Pantauan di lokasi, Sabtu (19/9/2026), sejumlah warga tampak beraktivitas di sepanjang aliran Sungai Cimanceuri. Air yang digunakan warga terlihat keruh, berbau, serta terdapat sampah yang mengapung di sejumlah bagian sungai.

Kondisi tersebut juga membuat sebagian warga mengeluhkan gangguan kesehatan setelah menggunakan air sungai.

Amah, salah seorang warga, mengaku mengalami gatal-gatal pada bagian tubuhnya. Ia menyebut muncul bintik-bintik pada kulit yang terasa semakin gatal ketika digaruk.

“Udah gatal-gatal, ini kayak tangan saya udah mulai bintik-bintik, digaruk malah makin nambah gatal dan berbekas,” kata Amah.

Karena keluhan tersebut, Amah kini memilih tidak lagi mandi menggunakan air Sungai Cimanceuri. Ia beralih membeli air isi ulang untuk kebutuhan mandi.

“Semenjak gatal-gatal saya pakainya air galon untuk mandi,” ujarnya.

Amah juga mengaku mengalami sejumlah keluhan lain selama musim kemarau, di antaranya demam dan batuk.

Kondisi serupa juga menjadi perhatian warga lainnya. Sarman mengatakan warga telah mengalami kesulitan mendapatkan air bersih selama sekitar lima bulan.

Menurutnya, hingga kini belum ada distribusi air bersih dari pemerintah setempat untuk memenuhi kebutuhan warga.

“Sejauh ini belum ada bantuan air dari pemerintah setempat,” kata Sarman.

Ia berharap bantuan air bersih segera disalurkan ke wilayahnya. Dengan begitu, warga tidak perlu lagi menggunakan air Sungai Cimanceuri yang kondisi

LAINNYA