Maesyal Rasyid Pastikan Hewan Kurban di Tangerang Sehat, 334 Lapak Sudah Diperiksa

waktu baca 3 menit
Jumat, 22 Mei 2026 19:00 159 Redaksi | Atma

KABUPATEN TANGERANG (Suarabantennews.com) — Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, Pemerintah Kabupaten Tangerang memperketat pengawasan kesehatan hewan kurban dengan melakukan pemeriksaan di berbagai lapak penjualan.

Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid turun langsung meninjau salah satu lapak penjualan hewan kurban di Mbakul Lembu Bencongan, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Jumat (22/5/2026).

Dalam peninjauan tersebut, Bupati Maesyal memastikan seluruh hewan kurban yang dijual kepada masyarakat memenuhi standar keamanan dan kesehatan yang telah ditetapkan.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) saat ini terus melakukan pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh terhadap hewan kurban di berbagai titik penjualan.

“Hari ini sudah dilakukan pemeriksaan dari DPKP untuk memastikan apakah hewan kurban sehat atau tidak. Alhamdulillah, semuanya dalam keadaan sehat dan masuk dalam kategori Aman, Sehat, Utuh dan Halal (ASUH),” ujar Bupati Maesyal.

Dia menegaskan, hewan kurban yang dinyatakan sehat diperbolehkan dijual kepada masyarakat. Sebaliknya, hewan yang tidak memenuhi standar kesehatan dilarang untuk diperjualbelikan.

“Kalau sehat bisa dijual, kalau tidak sehat tidak boleh dijual dan dilarang untuk diperjualbelikan,” tegasnya.

Berdasarkan data Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tangerang, hingga kini sebanyak 334 lapak penjualan hewan kurban telah diperiksa.

Seluruh lapak tersebut dinyatakan memenuhi syarat kesehatan dan telah diberikan simbol atau identitas sehat sebagai tanda hewan layak dijual.

“Sampai saat ini, sebanyak 334 lapak di wilayah Kabupaten Tangerang sudah diperiksa dan dinyatakan sehat serta diberikan simbol atau identitas sehat hewannya. Mudah-mudahan ini menjadi modal dasar bagi masyarakat yang ingin membeli hewan kurban dalam keadaan sehat dan aman dari sisi kesehatannya,” pungkasnya.

Di lokasi berbeda, Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang Soma Atmaja juga melakukan monitoring pemeriksaan hewan kurban di Desa Budi Mulya, Kecamatan Cikupa.

Dia mengatakan, monitoring tersebut menjadi bentuk komitmen pemerintah daerah agar masyarakat mendapatkan hewan kurban yang benar-benar layak dan memenuhi kategori ASUH.

“Ada 96 petugas pemeriksa kesehatan hewan dan daging kurban yang disebar ke sejumlah titik di Kabupaten Tangerang. Petugas tersebut terdiri atas pemeriksa hewan kurban, dokter hewan yang juga berkolaborasi dengan Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Cabang Banten II,” jelasnya.

Sementara itu, pemilik lapak Mbakul Lembu, Indra, mengungkapkan pihaknya menyediakan 72 ekor sapi dan 195 ekor kambing untuk kebutuhan hewan kurban masyarakat.

Seluruh hewan tersebut, katanya, telah diperiksa langsung oleh dokter hewan dari Keswan DPKP Kabupaten Tangerang dan dinyatakan sehat.

“Kalau sapi ada 72 ekor, kalau kambing ada 195 ekor. Semua sudah diperiksa langsung oleh dokter dari Keswan DPKP dan dinyatakan 100 persen hewan dari Mbakul Lembu sehat,” ujar Indra.

Ia menjelaskan, pemeriksaan medis yang dilakukan meliputi bagian mulut, kaki, dan kuku untuk memastikan hewan kurban bebas dari berbagai penyakit, termasuk Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

“Karena dua atau tiga tahun lalu sedang marak penyakit PMK, Alhamdulillah saat ini tidak ada. Pemeriksaannya meliputi bagian mulut, kaki, dan kuku,” jelasnya.

Indra menambahkan, sebagian besar hewan kurban yang dijual di lapaknya merupakan hasil peternakan sendiri.

Menurut dia, perawatan rutin terhadap pola pakan dan kebersihan kandang menjadi fokus utama guna menjaga kesehatan hewan ternak. [SBN]

LAINNYA