BANJARMASIN (Suarabantennews.com) – Mengawali tahun 2026, Pengurus Besar Lembaga Karate-do Indonesia (PB Lemkari) menggelar silaturahmi yang dirangkai dengan latihan bersama sebagai upaya memperkuat pembinaan dan kualitas karateka.
Kegiatan tersebut berlangsung di kawasan Kiram Park, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Sabtu (11/1/2026), dan diikuti sekitar seratus karateka Lemkari dari berbagai daerah.
Latihan bersama dipimpin langsung Ketua Dewan Guru PB Lemkari Sihang Erwin Rofik bersama Sihang Herman Iwan Linelejan, dengan pendampingan Sihang Faris dan Sensei Ling Ling.
Dalam sesi latihan, Sihang Erwin Rofik dan Sihang Faris memberikan pemantapan teknik gerakan dasar atau kihong. Materi ini difokuskan untuk memastikan setiap karateka memahami dan melaksanakan teknik dasar secara tepat.
Sementara itu, Sihang Herman Iwan Linelejan bersama Sensei Ling Ling membawakan materi teknik Kata Gojushiosho kepada para peserta latihan.
Sihang Erwin Rofik menjelaskan, latihan bersama menjadi salah satu indikator penting untuk memantapkan gerakan dasar karate secara benar. Menurutnya, selama ini masih ditemukan adanya kekurang telitian dalam proses pelatihan.
Dia menambahkan, Karate Lemkari memiliki aliran atau Mazhab sotokhan sehingga membutuhkan latihan serta bimbingan yang teliti dan cermat. Latihan tidak cukup dilakukan di dojo atau tempat latihan, tetapi juga harus dibiasakan di rumah agar menghasilkan karateka berkualitas.
“Para karateka diharapkan teruslah berlatih tanpa berhenti dan atlit-atlitnya harus meningkatkan serta menyesuaikan peraturan-peraturan perwasitan bukan hanya nasional saja tetapi aturan perwasitan tingkat dunia untuk mencapai tingkat atlet internasional,” lebih jauh ditegaskan Ketua Dewan Guru Sihang Erwin Rofik.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum PB Lemkari H. Sahbirin Noor atau Paman Birin, yang juga Gubernur Kalimantan Selatan dua periode, menyampaikan pesan penting terkait etika dan disiplin kepada seluruh karateka.
“Alhamdulillah badai ujian yang menerpa Lemkari sebanyak dua kali terhadap pengakuan lambang atau logo kebesaran Lemkari, keputusan Kementerian Hukum dan HAM tetap pada Lemkari yang didirikan Seiko Anton Lesiangi sebagai pemilik yang sah.”
“Kebenaran itu adalah kebenaran, dia akan datang pada saatnya , meskipun kebohongan itu berlari secepat kilat, kita yakin saja kita tidak pernah menyerah walaupun dalam badai ujian dan sebagainya” kata Paman Birin penyandang sabuk DAN VIII Karate.
“Tetap tegakkan etika dan disiplin dalam melaksanakan tugas atau sesuatu, termasuk dalam perwasitan. Karena walaupun anda juara tetapi dilakukan dengan kecurangan hal itu bukan merupakan sebuah kebanggaan sama sekali,” tegas Paman Birin.
Latihan bersama tersebut turut dihadiri istri pendiri Lembaga Karate-do Indonesia (Lemkari) Jeanni Z Monoarfa, Sekretaris Jenderal PB Lemkari Sensei Ragil, Sihang Agung, serta puluhan MSH Lemkari Kalimantan Selatan. [SBN]


