Pembangunan Beronjong dan Long Storage di Serpong Green Park Dikebut Jelang Akhir 2025

waktu baca 2 menit
Kamis, 18 Des 2025 20:01 134 Redaksi | Atma

TANGSEL (Suarabantennews.com) — Ancaman banjir dan longsor yang selama ini membayangi warga Perumahan Serpong Green Park mulai mendapat jawaban konkret. Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Pilar Saga Ichsan turun langsung ke lokasi untuk memastikan pembangunan turap dan sistem pengendalian air berjalan optimal, Selasa (16/12/2025).

Dalam peninjauan tersebut, Pemerintah Kota Tangerang Selatan membangun beronjong sebagai turap dinding penahan tanah. Struktur ini berfungsi ganda, yakni memperkuat tebing sungai sekaligus mencegah limpasan air masuk ke kawasan permukiman warga saat hujan deras.

Saya melihat ada pengerjaan terkait pemasangan beronjong sebagai turap dinding penahan tanah agar tidak terjadinya longsor, ujar Pilar.

Pilar menjelaskan, langkah tersebut dilakukan setelah Pemkot Tangsel berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS). Dari hasil koordinasi itu, Pemkot mendapat izin untuk memasang beronjong karena kondisi di lapangan dinilai sangat mendesak.

Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan turap yang dibangun benar-benar mampu melindungi kawasan permukiman. Pasalnya, posisi perumahan berada di dataran yang lebih rendah dibandingkan aliran sungai di sekitarnya.

Kita diizinkan untuk pemasangan beronjong karena ini memang sangat urgent sekali. Ada beberapa titik yang memang terjadi longsoran dan juga patahan. Ada beberapa jalan juga yang mengalami keretakan. Saya khawatir pada saat terjadinya hujan besar, longsor dan juga menimbulkan kecelakaan untuk warga, jelasnya.

Selain penguatan tebing sungai, Pemkot Tangsel juga menerapkan sistem long storage dengan membangun ground tank. Sistem ini dirancang untuk menampung air hujan dari lingkungan warga sebelum dipompa ke sungai ketika kondisi air sudah surut.

Lalu kita juga di Serpong Green Park ini memasang ground tank untuk menjadi penampungan sementara, air yang ada di lingkungan supaya masuk semua ke situ, lalu nanti kita pasang pompa, katanya.

Pembangunan turap di Serpong Green Park telah dimulai sejak 2024 melalui APBD murni dan dilanjutkan pada perubahan anggaran tahun 2025. Hingga pertengahan Desember 2025, progres pengerjaan dilaporkan telah mencapai sekitar 90 persen.

Turap dibangun dengan tinggi rata-rata dua meter. Sementara itu, bronjong mencapai empat hingga enam meter hingga ke fondasi. Pengerjaan dilakukan secara segmental, terutama di titik-titik yang paling rawan mengalami pengikisan.

Pilar menegaskan, proyek ini tidak sekadar pembangunan fisik, tetapi juga bagian dari upaya menghadirkan rasa aman bagi warga. Dengan target penyelesaian pada akhir Desember 2025, ia berharap kawasan Serpong Green Park terbebas dari kekhawatiran banjir dan longsor saat musim hujan ekstrem.

Yang paling penting, warga bisa merasa tenang. Mereka tidak lagi waswas setiap kali hujan deras datang, tuturnya. [SBN]

LAINNYA