Pemkab Muara Enim Belajar ke Kabupaten Tangerang, Apa Strategi Lindungi 500.000 Pekerja?

waktu baca 2 menit
Kamis, 30 Jul 2026 18:37 202 Redaksi | Atma

KABUPATEN TANGERANG (Suarabantennews.com) — Keberhasilan Pemerintah Kabupaten Tangerang memberikan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan kepada sekitar 500.000 pekerja menarik perhatian daerah lain. Pemerintah Kabupaten Muara Enim, Provinsi Sumatera Selatan, bahkan datang langsung untuk mempelajari sistem yang diterapkan Kabupaten Tangerang.

Kunjungan kerja tersebut dilakukan dalam rangka studi komparasi mengenai optimalisasi penyelenggaraan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan. Pertemuan berlangsung di Ruang Rapat Wareng, Gedung Bupati Tangerang, Kamis (30/07/2026).

Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang, Soma Atmaja, menyambut langsung rombongan Pemerintah Kabupaten Muara Enim. Dia menjelaskan, Pemkab Tangerang terus berkomitmen menghadirkan jaring pengaman sosial bagi para pekerja, khususnya di sektor informal dan kelompok rentan.

Komitmen tersebut mulai diwujudkan secara bertahap sejak 2022 dan kini telah memberikan perlindungan kepada sekitar 500.000 jiwa pekerja.

“Kami menyambut baik dan merasa sangat bangga atas kunjungan persahabatan dari jajaran Pemkab Muara Enim. Kehadiran jaminan sosial bukan sekadar program administratif, melainkan bentuk nyata kehadiran pemerintah daerah dalam memberikan rasa aman bagi masyarakat. Perlindungan sosial ini tidak hanya dirasakan saat terjadi risiko kerja, tetapi juga memberikan ketenangan bagi pekerja dalam menjalankan aktivitasnya,” ujarnya.

Soma menambahkan, capaian tersebut merupakan hasil sinergi antara pemerintah daerah, BPJS Ketenagakerjaan, hingga pemerintah desa dan kelurahan.

Menurutnya, keberhasilan memberikan perlindungan kepada ratusan ribu pekerja rentan tidak lepas dari kerja sama berbagai pihak yang terus diperkuat.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Muara Enim, Yulius, mengapresiasi sambutan yang diberikan Pemerintah Kabupaten Tangerang.

Dia menjelaskan, tujuan utama kunjungan tersebut adalah bertukar pengalaman sekaligus mempelajari berbagai inovasi Kabupaten Tangerang yang dinilai telah menjadi role model nasional dalam perlindungan pekerja informal.

“Kami datang ke sini untuk belajar banyak. Berdasarkan data yang kami peroleh, Kabupaten Tangerang adalah yang terbaik untuk cakupan pekerja informal. Kami sangat terkesan dengan capaian perlindungan hingga 500.000 pekerja, serta keberhasilan inovasi sistem pembayaran satu pintu untuk BPJS Ketenagakerjaan aparatur desa yang terbukti berjalan sangat efektif di sini,” ungkapnya.

Dia juga mengungkapkan, secara nasional masih terdapat kesenjangan antara cakupan Jaminan Kesehatan atau Universal Health Coverage (UHC) yang telah mencapai sekitar 90 persen dengan kepesertaan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan yang baru berada di angka 38 persen.

Melalui studi komparasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Muara Enim menargetkan peningkatan kepesertaan pekerja rentan di wilayahnya dari 34,8 persen menjadi 59,39 persen pada akhir 2026.

“Pertemuan ini diharapkan menjadi sarana pembelajaran dan kolaborasi antar daerah untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat,” tutupnya. [SBN]

LAINNYA