Ilustrasi (Dok. SuaraBantenNews.com) CILEGON (SBN) — Ketua DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Cilegon Alawi Mahmud menyayangkan sikap Ati Marliati yang tidak puas atas hasil swab dari tim pemeriksaan kesehatan hingga menjadi perhatian publik.
Menurut Alawi, institusi penyelenggara pilkada sudah menetapkan RSUD Cilegon sebagai tempat pemeriksaan kesehatan para bacalon dan tidak ada pembanding dari hasil pemeriksaan rumah sakit lain.
“Saya menyayangkan sikap itu. Kenapa mesti periksa ke Siloam segala?” kata Alawi di Sekretariat DPD PAN, Kamis (10 September 2020) malam.
Sikap itu, kata Alawi, memunculkan tanda tanya besar bagi masyarakat. Seharusnya, Ati menerima hasil itu dan tidak perlu reaktif sehingga tidak terkesan mempermainkan proses yang sedang dijalankan penyelenggara.
“Mereka [KPU, Bawaslu, dan IDI] berperan secara kelembagaan dan legal. Jadi, jangan kemudian terkesan mempermainkan yang justru berdampak fatal terhadap masyarakat,” ujarnya.
Oleh karena itu, Alawi yang juga Ketua Dewan Pengarah Tim Pemenangan Iye–Awab mengajak seluruh elemen masyarakat, baik yang tergabung dalam koalisi partainya maupun tidak, untuk bersama-sama mengikuti aturan yang sudah ditentukan, Ia juga meminta Ati Marliati tunduk terhadap peraturan sekaligus memercayakan persoalan ini kepada institusi terkait.
Ia juga mendukung KPU untuk tetap menjaga integritas dan netralitas serta tidak merubah tahapan-tahapan yang terlah ditetapkan, termasuk menyampaikan hasil pemeriksaan kesehatan yang akan di lakukan 11–12 September 2020.
Alawi melanjutkan, KPU harus membuka secara transparan dan tidak boleh main-main dengan persoalan regulasi dan peraturan. Masyarakat saat ini sudah semakin dewasa dan kritis.
“Saya harap KPU tidak terpengaruh oleh siapa pun. Kami bersama-sama dengan mereka, kita tunduk terhadap peraturan yang berlaku,” tutupnya. (Wawan/Atm)
Tidak ada komentar