Tangani Pengikisan Sungai Cirarab, Pemkab Tangerang Bangun Turap Sepanjang 700 Meter

waktu baca 2 menit
Senin, 13 Apr 2026 09:08 159 Redaksi | Atma

KABUPATEN TANGERANG (Suarabantennews.com) — Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) menyiapkan langkah penanganan bantaran Sungai Cirarab dengan membangun turap di sejumlah titik yang mengalami pengikisan. Upaya ini dilakukan untuk mengantisipasi dampak penyempitan alur sungai yang makin memicu penggerusan tebing di beberapa wilayah.

Kepala DBMSDA Kabupaten Tangerang Iwan Firmansah menjelaskan, kondisi Sungai Cirarab saat ini mengalami perubahan signifikan dibandingkan sebelumnya. Penyempitan badan sungai membuat aliran air tidak tertampung secara optimal, terutama ketika debit air dari hulu meningkat.

“Awalnya badan sungai cukup lebar, namun saat ini makin menyempit. Akibatnya, aliran air yang besar menggerus tebing sungai di sejumlah titik,” ujarnya, Minggu 12 April 2026.

Dia menuturkan, penanganan Sungai Cirarab tidak dapat dilakukan secara mandiri oleh pemerintah daerah. Hal itu karena kewenangan pengelolaan sungai berada di bawah pemerintah pusat melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) di bawah Kementerian PUPR.

Karena itu, penanganan dilakukan melalui kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten agar upaya penguatan bantaran dapat berjalan optimal.

“Penanganan ini dilakukan bersama-sama, antara BBWS, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten,” katanya.

Sebagai langkah konkret, pemerintah daerah merencanakan pembangunan turap untuk memperkuat tebing sungai. Pembangunan tersebut direncanakan menggunakan material sepanjang kurang lebih 700 meter dengan fokus pada titik-titik yang dinilai paling kritis.

Tetapi demikian, rencana pembangunan turap masih menghadapi kendala kondisi lahan di sepanjang sempadan sungai yang belum bersih dari bangunan. Keberadaan bangunan tersebut menghambat akses alat berat menuju lokasi pekerjaan.

“Pekerjaan turap baru bisa dilakukan setelah kondisi lahan clear and clean. Saat ini alat berat belum bisa masuk karena masih terhalang bangunan,” jelasnya. [SBN]

LAINNYA