Pemkab Tangerang Usulkan Tahap Awal MRT East-West Balaraja-Semanan untuk Urai Kemacetan

waktu baca 3 menit
Rabu, 29 Apr 2026 16:53 209 Wartawan | Mahdi

KABUPATEN TANGERANG (Suarabantennews.com) – Pemerintah Kabupaten Tangerang terus mendorong pengembangan sistem transportasi publik terintegrasi guna mengurangi kemacetan dan meningkatkan konektivitas warga di kawasan aglomerasi Jabodetabek.

Salah satu proyek yang kini dipercepat yakni pembangunan jalur MRT dan transportasi massal koridor timur-barat atau East-West yang dirancang menghubungkan Balaraja hingga Cikarang.

Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid mengatakan proses awal pengembangan MRT di Kabupaten Tangerang telah berjalan setelah penandatanganan nota kesepahaman antara Pemerintah Provinsi Banten dan Pemkab Tangerang.

“MoU Pemerintah Provinsi Banten dengan Pemerintah Kabupaten Tangerang sudah dilakukan, saya hadir di situ. Dari MoU itu sekarang masing-masing konsultan sedang mempersiapkan dan merancang pelaksanaan pembangunan,” kata Maesyal di Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Rabu (29/4/2026).

Ia menjelaskan, pendanaan proyek transportasi massal tersebut nantinya akan melibatkan pemerintah pusat bersama sejumlah pihak lain. Selain itu, keberadaan lahan milik pengembang dinilai dapat mempercepat realisasi proyek.

“Pembiayaannya dari pusat dan pihak terkait lainnya. Kebetulan beberapa lahannya juga merupakan milik pengembang, jadi itu memudahkan,” ucapnya.

Di sisi lain, Kepala Bappeda Kabupaten Tangerang, Erwin Mawandy menyebut pihaknya masih terus mengupayakan agar pemerintah pusat segera merealisasikan proyek East-West Balaraja-Cikarang karena dianggap penting untuk mendukung mobilitas masyarakat.

“Kalau memang masih dilakukan bertahap, paling tidak jalur dari Balaraja sampai Semanan bisa menjadi prioritas pertama,” kata Erwin.

Selain proyek East-West, Pemkab Tangerang juga mengusulkan pengembangan jalur MRT baru yang nantinya terhubung langsung dengan sejumlah kawasan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Tangerang.

Rute yang diusulkan yakni dari Lebak Bulus menuju BSD, lalu diteruskan ke Lippo Karawaci hingga Citra Raya.

Menurut Erwin, keberadaan transportasi publik massal seperti MRT maupun BRT dapat menjadi solusi untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan pribadi.

“Kalau ada angkutan publik seperti BRT ataupun MRT, mobilitas masyarakat bisa berjalan lebih cepat,” jelasnya.

Meski begitu, Pemkab Tangerang hingga kini belum menyusun kajian teknis detail terkait trase maupun lokasi stasiun MRT yang diusulkan. Pemerintah daerah masih berfokus melakukan advokasi agar proyek tersebut masuk dalam daftar prioritas nasional.

“Untuk penempatan stasiun dan teknis lainnya tentu masih perlu studi kelayakan lebih lanjut,” katanya.

Tak hanya menyiapkan jalur utama, Pemkab Tangerang juga mulai merancang sistem transportasi pengumpan atau feeder apabila proyek MRT dan East-West benar-benar terealisasi.

Erwin mengatakan pemerintah daerah nantinya harus memastikan akses masyarakat menuju simpul transportasi publik dapat berjalan mudah dan terintegrasi.

“Kalau nanti MRT sudah terbangun, pemerintah daerah harus menyiapkan feeder seperti BRT untuk mempermudah masyarakat menuju simpul transportasi,” paparnya.

Ia mencontohkan jalur KRL double track Tanah Abang-Rangkasbitung yang melintasi Kabupaten Tangerang saat ini sudah cukup banyak digunakan masyarakat. Namun akses menuju stasiun masih didominasi kendaraan pribadi sehingga membutuhkan dukungan transportasi lanjutan.

“Pengembang juga tentu punya nilai ekonomi yang bisa didapatkan. Skema seperti itu menurut saya sangat mungkin untuk dikaji,” kata Erwin.

LAINNYA