Antisipasi Kebakaran Berulang, Pemkab Tangerang Siapkan Sistem Mitigasi di TPA Jatiwaringin

waktu baca 3 menit
Senin, 13 Jul 2026 18:31 155 Wartawan | Mahdi

KABUPATEN TANGERANG (Suarabantennews.com) – Pemerintah Kabupaten Tangerang mulai memperkuat langkah mitigasi di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, guna mencegah kebakaran kembali terjadi setelah api yang membakar kawasan tersebut selama hampir dua pekan berhasil dipadamkan.

Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid mengatakan, tahapan yang saat ini dilakukan merupakan masa transisi setelah kebakaran berhasil dikendalikan.

Atas arahan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Kementerian Lingkungan Hidup, pemerintah daerah diminta tetap melakukan pembasahan karena kondisi cuaca masih memasuki musim kemarau.

“Jadi masa transisi ini, kami dimintakan oleh pemerintah pusat, dalam hal ini adalah Kementerian LH dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana, supaya upaya-upaya pendinginan atau pembasahan yang ada di TPA Jatiwaringin. Yang kemarin sudah dilakukan pemadaman, tetapi kan ini masih musim kemarau. Jadi kita khawatir juga dengan musim kemarau ini, ada lagi asap ada lagi api,” ujar Maesyal, Senin (13/7/2026).

Menurutnya, penyiraman dilakukan pada seluruh area timbunan sampah, mulai dari bagian bawah hingga puncak gunungan sampah, sebagai upaya memastikan tidak ada bara api yang tersisa.

“Mulai hari ke-11 sampai saat ini terus kita akan melaksanakan penyiraman, pendinginan, dan pembasahan dari seluruh yang ada di TPA Jatiwaringin ini. Baik itu di level bawah, di tengah, maupun di atas. Upaya-upaya ini kita lakukan sebagai mitigasi pemerintah daerah dalam rangka antisipasi apabila musim kemaraunya terus berlanjut,” katanya.

Selain mempertahankan personel BPBD, Dinas Lingkungan Hidup, Perumdam Tirta Kerta Raharja, serta armada pemadam di lokasi, Pemkab Tangerang juga menyiapkan sejumlah sarana pendukung sebagai bagian dari sistem mitigasi jangka panjang.

Salah satu yang akan dibangun ialah penyediaan toren dan tandon air di beberapa titik strategis agar pasokan air dapat segera digunakan apabila sewaktu-waktu muncul titik api baru.

“Iya, kita saat ini juga sudah dicek ini dari teman-teman PDAM untuk bisa memasang toren sebagai ketersediaan air untuk bisa antisipasi atau respon apabila nanti ada api atau ada asap. Jadi kita siapkan juga toren, terus juga kita mau buat tandon juga. Tandon di lokasi-lokasi yang mudah untuk bisa mengakses pemadaman api,” jelasnya.

Pemkab Tangerang juga menyiapkan dua toren berkapasitas 5.000 liter. Selain itu, toren berukuran lebih kecil berkapasitas 500 liter, 1.000 liter, dan 2.000 liter telah ditempatkan di area TPA untuk mendukung kebutuhan air saat proses penanganan berlangsung.

Tak hanya itu, penggunaan drone thermal akan tetap diterapkan sebagai alat pemantau suhu di area TPA. Teknologi tersebut diharapkan mampu mendeteksi lebih dini munculnya titik panas sehingga langkah penanganan bisa dilakukan sebelum api membesar.

Pemerintah juga berencana memperbaiki akses di dalam kawasan TPA agar kendaraan pemadam maupun alat berat lebih mudah menjangkau titik-titik rawan kebakaran. Pengalaman saat proses pemadaman beberapa waktu lalu menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat sistem penanganan ke depan.

“Nanti alat berat sama kita membuat akses jalan, termasuk juga bisa membongkar apabila ada asap, langsung disiram oleh kita. Kita juga menyiapkan pompa alkon. Jadi mudah-mudahan dengan sudah padam api, asap, terus kita juga pembasahan terus kita jalani, mudah-mudahan mitigasi ini bisa berhasil,” tuturnya.

LAINNYA