H-7 Lebaran, Posko THR Kabupaten Tangerang Banjir Pengaduan

2 menit membaca

KABUPATEN TANGERANG (SBN) — Pada H-7 Lebaran, Rabu 5 Mei 2021, Posko THR Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tangerang menerima puluhan pengaduan seputar pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) perusahaan kepada pekerjanya.

Plt. (Pelaksana Tugas) Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tangerang Beni Rachmat mengatakan, sejak dibuka pada 27 April hingga 5 Mei tercatat 50 lebih laporan dari 21 perusahaan.
“Isi aduan bermacam-macam dan kami menjamin kerahasiaan pelapor,” ujar Beni Rachmat, Rabu (5/05/2021).

Untuk menindaklanjuti aduan tersebut, Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tangerang telah menurunkan tim ke lapangan untuk mengecek dan mengklarifikasi ke perusahaan-perusahaan yang dilaporkan tersebut.

“Selanjutnya, dari hasil pengecekan kami akan fasilitasi untuk penyelesaian masalah tersebut.”

Namun, jika ditemukan ketidakpatuhan pengusaha atas Surat Edaran Bupati Tangerang Nomor 841.4/1583-Disnaker/2020 tentang Pelaksanaan Pemberian Tunjangan THR 2021 bagi Pekerja/Buruh di Kabupaten Tangerang, Beni menegaskan pihaknya akan melaporkan perusahaan tersebut ke Bupati Tangerang.

“Selanjutnya, laporan akan diteruskan ke Bidang Pengawas Dinas Tenaga Kerja Provinsi Banten,” kata Beni.

Puluhan buruh dari berbagai perusahaan melaporkan pengabaian hak mereka atas THR. Mereka mengadu dengan cara datang ke posko, melalui email, atau melalui nomor pengaduan.

Berikut isi aduan para pekerja seputar masalah THR.

“Saya sudah 8 tahun bekerja tidak pernah mendapatkan THR. Paling kami cuma terima bingkisan Lebaran senilai Rp50 ribu,” ujar pekerja yang identitasnya dirahasiakan.

Menurut dia, ada 160 karyawan kontrak yang bekerja di pabrik yang berada di Pasar Kemis tersebut yang masa kerjanya dari 3 tahun, 7 tahun, hingga 10 tahun.

Aduan juga datang dari karyawan alih daya anak usaha sebuah maskapai penerbangan.
“THR tahun 2020 saja belum dilunasin,” ujar pekerja yang sudah 5 tahun lebih bekerja di perusahaan itu.

Dia menuturkan, pada awal pandemi covid-19 2020 lalu,  karyawan menandatangani perjanjian untuk dipotong gajinya selama 3 bulan.
“Tapi sampai sekarang masih dipotong gaji dan untuk THR janjinya akhir Desember lalu dibayar sisanya. Tapi, sampai sekarang masih belum dibayar.”

Aduan lainnya meliputi perusahaan yang sama sekali tidak memberi THR dengan alasan yang tidak jelas atau perusahaan mencicil pembayaran THR

Posko pengaduan THR Lebaran Kabupaten Tangerang masih akan dibuka hingga 20 Mei mendatang.

Selain melalui tatap muka (posko), pengaduan THR di Kabupaten Tangerang bisa disampaikan melalui email [email protected], media sosial Disnaker Kabupaten Tangerang, instagram (dnaker_tangkab), Twitter (@disnakertangkab), atau melalui narahubung Hudni (081906140090), Hendra (081388336533), dan Rahmat (087874077250). (Mas)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan