Kecintaan Kepada Rasulullah, PTB Gelar Maulid Nabi Muhammad SAW

TANGERANG (SBN) – Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) Paguyuban Tegal Baju (PTB) Tigaraksa menggelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1444 H/2022 M di Kp. Tegal baju Kelurahan Tigaraksa, Sabtu (15/10).

Acara yang dihadiri oleh Lurah Tigaraksa H. Rama Winata, Perwakilan Camat Tigaraksa, Kapolsek Tigaraksa, Koramil Tigaraksa, unsur organisasi kepemudaan Tigaraksa dan tokoh masyarakat tigaraksa.

Dalam sambutannya Lurah Tigaraksa mengatakan menyambut gembira karena bisa bersilaturahmi kembali dengan warga khususnya warga Kampung Tegal Baju yang sangat berantusias dalam menghadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini.

“saya sangat gembira bisa hadir dalam acara ini dan ini pertama kali saya bisa bersilaturahmikembali dengan masyarakat Kp. Tegal Baju karena dua tahun sebelumnya kita menghadapi pandemic yang tidak bisa megadakan kegiatan-kegiatan yang mengundang keramaian” ujarnya.

Sementara itu Ketua Panitia Maulid Nabi Muhammad SAW.H. Agus Tinus mengatakan, kegiatan peringatan maulid nabi Muhammad SAW di inisiasi oleh para pemuda Tegal baju yang tergabung dalam Paguyuban Tegal Baju (BTP) yang diketuai oleh Saeful Aditama.. Kegiatan PHBI ini merupakan program rutin masyarakat Tegal baju dalam menjaga kekompakan dan mempererat tali persaudaraan.

“Kegiatan ini merupakan bentuk suatu kecintaan kami kepada Nabi Muhammad SAW. Insha Allah dengan selalu meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita, mudah – mudah warga Tegal baju bisa mendapatkan safaat dari Nabi Muhammad SAW,”ungkapnya.

Dalam kegiatan ini mengambil tema Kecintaan Kita Kepada Nabi Muhammad SAW. Sebagaimana kecintaan beliau kepada umatnya. Selain melakukan sholawatan dan pujian terhadap Nabi. Acara juga di isi tausiyah dari penceramah KH. Saifuzzaman LC Pengasuh pondok pesantren Asyifa Alfalahiyah Banu Hamim Tigaraksa dan KH.MUJIB KHUDORI, LC Ketua Umum Majelis Mubalighin Indonesia, Jakarta.

Dalam tausiyahnya mengatakan kecintaan Nabi Muhammad SAW kepada umatnya jangan sampai diragukan lagi bahkan sampai akhir hayatnya beliau masih memikirkan umatnya. Kecintaan beliau terhadap umatnya, hingga beliau menginginkan semua siksa maut umatnya ditimpakan kepada beliau. Bukan saat, ketika ajal sudah di tenggorokan Beliau masih memikirkan umatnya “Ummatii, ummatii, ummatiii”.

Betapa sayangnya Rasulullah SAW kepada kita hingga beliau menekankan agar tidak meninggalkan dua perkara di atas. Dua perkara ini sama maknanya dengan ibadah vertikal (hablumminallah) dan ibadah sosial (hablumminannas). Shalat merupakan kewajiban yang diperintahkan oleh Allah Ta’ala. Sedangkan ‘menjaga orang-orang lemah’ adalah ibadah mulia agar tidak berlaku zalim kepada sesama.

Adakah cinta kita sama besarnya seperti Rasulullah SAW mencintai kita sebagai umatnya? Apa yang telah kita perbuat untuk beliau yang setiap malam mendoakan umatnya? Bukankah Beliau telah mengajarkan kita Tauhid dan kasih sayang Allah? Kalau bukan karena Beliau, tentulah kita tidak mengenal Islam, tidak mengenal iman dan Al-Qur’an.

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سيِّدنا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ، اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى سيِّدنا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

“Ya Allah ya Tuhanku, muliakan oleh-Mu akan Nabi Muhammad dan akan keluarganya sebagaimana Engkau memuliakan keluarga Ibrahim dan berkahilah Nabi Muhammad dan keluarganya sebagaimana Engkau telah memberkati keluarga Ibrahim, bahwasanya Engkau sangat terpuji lagi sangat mulia di seluruh alam.”

Wartawan

Related posts