Forum Diskusi Sejarah Digelar, Pemkab Tangerang Siapkan Diorama Sejarah

waktu baca 2 menit
Jumat, 24 Apr 2026 18:41 165 Redaksi | Atma

KABUPATEN TANGERANG (Suarabantennews.com) — Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Dinas Perpustakaan dan Arsip (Disperpusip) mulai menyusun langkah serius untuk meluruskan dan memperkuat narasi sejarah daerah melalui Forum Group Discussion (FGD) Sejarah Kabupaten Tangerang yang digelar di Hotel Lemo, Kamis (23/6/2026).

Kegiatan ini menjadi upaya strategis untuk menggali, menyusun, sekaligus memperkuat sejarah Kabupaten Tangerang secara komprehensif sebagai fondasi dalam membangun masa depan daerah.

Dalam forum tersebut, Disperpusip menghadirkan tiga narasumber berpengalaman, yakni Dr. M. Taufik, M.Si. selaku praktisi kearsipan, Prof. Mufti Ali, S.Ag., Ph.D. selaku sejarawan, serta Mushab Abdu Asy Syahid, S.Ars., M.Ars. selaku akademisi sejarah.

Kehadiran ketiga narasumber tersebut dinilai memperkaya substansi pembahasan sekaligus menjamin akurasi narasi sejarah yang akan disusun.

Asisten Bidang Administrasi Umum (Asda III) Kabupaten Tangerang, Firzada Mahalli, yang membuka kegiatan tersebut menegaskan bahwa sejarah bukan hanya catatan masa lalu, melainkan pengikat identitas sebuah daerah.

Menurut dia, di tengah derasnya arus globalisasi, pelestarian arsip statis dan sejarah lokal menjadi sangat penting agar masyarakat tidak kehilangan arah dan jati dirinya.

“Sejarah tidak boleh ditulis dari satu sudut pandang saja. Seperti arsip, sejarah harus dirangkai dari berbagai perspektif agar menjadi utuh dan tidak bias,” ujar Firzada.

Salah satu target utama dari pelaksanaan FGD ini adalah menjadikan hasil diskusi sebagai dasar penyusunan konten diorama sejarah Kabupaten Tangerang.

Pemkab Tangerang ingin menghadirkan sejarah dalam bentuk visual dan ruang edukasi yang lebih hidup, tidak hanya berhenti pada teks dalam buku.

Dengan format visual seperti diorama, generasi muda diharapkan lebih mudah memahami nilai dan makna sejarah daerahnya.

Langkah ini juga diharapkan mampu menumbuhkan rasa bangga, rasa memiliki, serta tanggung jawab untuk ikut membangun Kabupaten Tangerang.

“Mari kita jadikan momentum ini sebagai langkah nyata untuk memperkuat identitas dan budaya Kabupaten Tangerang,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Disperpusip Kabupaten Tangerang, Nurul Hayati, menegaskan bahwa Kabupaten Tangerang memiliki perjalanan sejarah yang panjang dan kaya, yang mencerminkan dinamika sosial, budaya, serta perjuangan masyarakat dari masa ke masa.

Tetapi demikian, menurutnya, penyusunan sejarah daerah yang komprehensif dan terstruktur masih memerlukan penguatan, baik dari sisi data, sumber arsip, maupun kajian ilmiah.

“Salah satu manfaat FGD ini adalah meningkatkan kesadaran pentingnya arsip sejarah sebagai memori kolektif daerah sekaligus menjadi media pembelajaran dan edukasi yang lebih menarik,” pungkasnya. [SBN]

LAINNYA