Menteri Komdigi Resmikan Garuda Spark Innovation Hub di BSD City untuk Dorong Inovasi Digital ke Pasar Global 

waktu baca 2 menit
Jumat, 28 Agu 2026 22:16 173 Reporter | Ferdianherss

SuaraBantenNews.com – Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi), Meutya Hafid, resmi meluncurkan Garuda Spark Innovation Hub (GSIH) di Biomedical Campus, BSD City. Kolaborasi strategis antara Kementerian Komdigi dan Sinar Mas Land ini bertujuan memperkuat akses inovasi serta menghubungkan pelaku ekosistem digital Indonesia ke pasar global.

Langkah ini diambil di tengah pesatnya pertumbuhan ekonomi digital nasional. Berdasarkan laporan e-Conomy SEA oleh Google, Temasek, dan Bain & Company, nilai ekonomi digital Indonesia mencapai USD 99 miliar pada tahun 2026 dan diproyeksikan melonjak hingga USD 340 billion pada 2030, didukung oleh 81 persen populasi yang telah terhubung internet.

Kerja sama ini diresmikan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) oleh Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Komdigi Sonny Hendra Sudaryana dan CEO Urban Solution Development Sinar Mas Land Irawan Harahap pada Rabu, 26 Agustus 2026.

Prosesi tersebut turut disaksikan langsung oleh Menteri Komdigi Meutya Hafid, Sekda Kabupaten Tangerang Soma Atmaja, Dirjen Ekosistem Digital Komdigi Edwin Hidayat Abdullah, perwakilan Pemprov Banten, serta jajaran direksi Sinar Mas.

“Garuda Spark kita lahirkan untuk membentuk satu ruang kerja bersama dari seluruh elemen digital yang saat ini masih berjalan sendiri-sendiri. Kita memegang prinsip Locally Adopted, Nationally Coordinated, Globally Connected,” ujar Meutya Hafid dalam keterangannya, Jumat, 28 Agustus 2026.

Meutya menambahkan, kementeriannya menargetkan GSIH akan memiliki hingga 500 jaringan Spoke di seluruh wilayah Indonesia demi mewujudkan pemerataan akses digital.

Sementara itu, CEO Urban Solution Development Sinar Mas Land, Irawan Harahap, menegaskan bahwa GSIH BSD City akan bertindak sebagai Global Hub pertama untuk membuka jalur internasional bagi startup dan talenta lokal.

“Kehadiran GSIH memperkuat BSD City sebagai The New Home of Indonesia’s Digital Ecosystem & Global Gateway, yang menghubungkan inovasi lokal dengan kebutuhan nyata industri dunia,” jelas Irawan.

Proyek GSIH BSD City dijalankan menggunakan skema Privately Owned, Government Operated (POGO). Dalam skema ini, Sinar Mas Land bertanggung jawab menyediakan infrastruktur fisik gedung, sedangkan Kementerian Komdigi mengorkestrasi program, pendanaan, serta jaringan mitra global.

Secara fasilitas, lokasi GSIH di Gedung Biomedical Campus BSD City dinilai sangat strategis karena terintegrasi dengan tol Serpong-Balaraja (Serbaraja), JORR 1, JORR 2, serta moda transportasi publik seperti bus BSD Link dan KRL Commuter Line melalui Stasiun Cisauk.

Reporter | Ferdianherss

LAINNYA