Serdik Sespimmen Dikreg 66 Bahas Transformasi Taktis Aktualisasi Kepemimpinan di Polresta Tangerang

waktu baca 2 menit
Kamis, 12 Feb 2026 20:35 139 Wartawan | Mahdi

KABUPATEN TANGERANG (Suarabantennews.com) – Peserta Didik (Serdik) Sespimmen Lemdiklat Polri Dikreg ke-66 menggelar Focus Group Discussion (FGD) tentang Program Transformasi Taktis Aktualisasi Kepemimpinan di Aula Satlantas Polresta Tangerang, Kamis (12/2/2025).

Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada membuka kegiatan tersebut. Dalam arahannya, ia menekankan bahwa transformasi taktis merupakan wujud konkret dari program Polri Presisi yang harus diterapkan secara nyata di tingkat kewilayahan.

Menurutnya, aktualisasi kepemimpinan tidak cukup hanya berhenti pada pemahaman konsep, tetapi harus diwujudkan dalam kemampuan perwira untuk menghadirkan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

“FGD ini harus menghasilkan formulasi yang aplikatif,” ujarnya.

Ia juga menggarisbawahi pentingnya strategi pencegahan dalam menyikapi isu-isu strategis. Melalui forum ini, diharapkan lahir gagasan dan rekomendasi yang dapat dikaji secara akademis dalam Naskah Karya Perorangan (Naskap), yang menjadi salah satu kewajiban Serdik.

“Tak hanya dituangkan dalam nadkap, tapi dapat diimplementasikan dalam pelayanan masyarakat,” ucapnya.

Salah satu Serdik, Kompol Arief Nazzarudin Yusuf menyebut FGD sebagai ruang untuk mengaktualisasikan materi pembelajaran ke dalam praktik nyata di Polresta Tangerang. Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini juga menjadi bagian dari tahapan penyusunan Naskap.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin memperoleh konsep dan konstruksi yang aktual terkait pemenuhan hak masyarakat untuk mendapatkan kemudahan pelayanan kepolisian,” ungkap Arief, yang sebelumnya pernah menjabat Kasat Reskrim Polresta Tangerang.

Arief memusatkan pembahasan pada pencegahan konflik pertanahan melalui pendekatan kolaboratif dan preventif. Ia berharap, forum tersebut dapat menghasilkan rumusan menyeluruh guna menekan potensi meningkatnya sengketa lahan.

“Pendekatan ini juga akan diperkuat melalui criminal justice system agar penanganannya terintegrasi,” terangnya.

Serdik lainnya, Kompol Maryadi, mengangkat isu pencegahan tawuran sebagai fokus pembahasan. Ia menilai langkah preventif yang lebih optimal diperlukan untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif. Gagasan tersebut nantinya akan dirumuskan dalam Naskap.

“Targetnya adalah mendorong perubahan nyata dalam menciptakan situasi kamtibmas yang lebih kondusif dan berkelanjutan,” kata Maryadi.

FGD ini sekaligus dimanfaatkan untuk menghimpun data dan masukan yang mendukung penyusunan Naskap. Diharapkan, forum tersebut mampu melahirkan strategi berbasis sinergi lintas sektor untuk memperkuat pelayanan kepolisian serta menjawab dinamika tantangan keamanan.

Usai seremoni pembukaan, kegiatan berlanjut dengan diskusi interaktif yang melibatkan berbagai pihak. Hadir dalam forum tersebut perwakilan Kejaksaan Negeri Kabupaten Tangerang, BPN Kabupaten Tangerang, Bagian Hukum Pemkab Tangerang, akademisi, insan pers, serta unsur masyarakat lainnya.

LAINNYA