Siswi SMP di Sepatan Timur Diduga Jadi Korban Perundungan, Trauma Usai Dipukul hingga Ditendang

waktu baca 2 menit
Selasa, 29 Sep 2026 20:55 12 Wartawan | Mahdi

KABUPATEN TANGERANG (Suarabantennews.com) – Seorang siswi SMP berinisial A (13) diduga menjadi korban perundungan oleh sejumlah teman sekolahnya di kawasan Tanah Merah, Kecamatan Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang, Banten.

Dugaan aksi perundungan tersebut terekam dalam sebuah video amatir berdurasi sekitar satu menit. Dalam rekaman itu, korban terlihat terduduk di tanah dan dikelilingi sejumlah remaja.

Korban juga terlihat mendapat perlakuan kekerasan berupa pukulan, jambakan hingga tendangan. Dalam kondisi tersebut, korban tampak menangis dan tidak melakukan perlawanan.

Sepupu korban, Rihadatul Karimah, mengatakan peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (25/9/2026) malam.

Menurut Rihadatul, korban dan salah seorang terduga pelaku utama berinisial R merupakan teman sekelas di Pondok Pesantren Al Multazam Sepatan.

Korban disebut baru menceritakan kejadian tersebut kepada orangtuanya dua hari kemudian. Rihadatul mengatakan korban sempat takut untuk bercerita karena mendapat ancaman dari terduga pelaku.

“Kejadiannya tuh malam Sabtu kemarin. Tapi dia (korban) diancam kan sama temannya. Jadi dia baru bilang ke orangtuanya tuh pas malam Senin,” kata Rihadatul saat diwawancarai, Selasa (29/9/2026).

Rihadatul menyebut dugaan perundungan tersebut diduga bermula dari persoalan kecemburuan. R diduga mengira korban menyukai seorang teman laki-laki.

Korban kemudian disebut diajak pergi oleh R dengan alasan hendak keluar. Namun, korban justru dibawa ke Lapangan Sepak Bola Tanah Merah.

“Pelaku yang teman sekelasnya ini cemburu dikira korban suka sama si cowok itu. Terus malamnya tuh korban kayak dijebak, dia dijemput lah sama temannya diajak keluar,” ujar Rihadatul.

Setibanya di lokasi, korban disebut mendapati sejumlah remaja lain yang sudah menunggu. Menurut Rihadatul, mereka kemudian melakukan kekerasan terhadap korban.

“Ternyata pas sudah sampai Sepatan, dia (korban) ditarik, diseret, disuruh turun. Nah, di situ udah ramean, orang-orang yang di video tuh banyak. Nah, di situ pelakunya tuh kan lebih dari lima orang ya. Di situ ada laki-laki juga ya,” tambahnya.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka pada bagian bibir dan disebut mengalami trauma.

Keluarga korban kemudian membawa A untuk menjalani visum dan melaporkan dugaan perundungan tersebut kepada pihak kepolisian.

“Kemarin juga sempat lapor ke polisi, cuma kayak belum tahu nih kelanjutannya gimana,” ucap Rihadatul.

LAINNYA