Persoalan Banjir Tak Kunjung Usai, Citangkil Fokuskan Penanganan dari Program Musrenbang

  • Whatsapp
Berita Banten, Berita Banten Terbaru, Berita Banten Hari Ini, Berita Cilegon, Berita Cilegon Terbaru, Berita Cilegon Hari Ini, Berita Banjir: Persoalan Banjir Tak Kunjung Usai, Citangkil Fokuskan Penanganan dari Program Musrenbang
Agus Purnomo, Camat Citangkil (Wawan Kurniadi/SuaraBantenNews)

CILEGON (SBN) — Berdasarkan data BPBD Kota Cilegon, pada saat banjir 3 Desember 2020 lalu, 7 Kecamatan se-Kota Cilegon terdampak. Satu di antaranya Kecamatan Citangkil. Karena itu, penanganan banjir di Kecamatan Citangkil menjadi perhatian Agus Purnomo selaku Camat di wilayah tersebut.

Menurut Agus, penanganan banjir akan menjadi skala prioritas pihaknya pada tahun ini melalui musyawarah rencana pembangunan tingkat kelurahan (Musrenbangkel) di wilayah Kecamatan Citangkil. Dia juga menekankan agar usulan program penanganan penanganan banjir menjadi prioritas di setiap kelurahan yang ada di wilayahnya.

Read More
Berita Banten, Berita Banten Terbaru, Berita Banten Hari Ini, Berita Cilegon, Berita Cilegon Terbaru, Berita Cilegon Hari Ini, Berita Banjir: Persoalan Banjir Tak Kunjung Usai, Citangkil Fokuskan Penanganan dari Program Musrenbang
Camat Citangkil (Agus Purnomo) dan Lurah Tamanbaru (Nanang Umar Nafis) usai musrenbangkel di Kelurahan Tamanbaru (Wawan Kurniadi/SuaraBantenNews)

“Saya tekankan agar setiap kelurahan di wilayah Kecamatan Ciwandan mengusulkan itu,” katanya, Selasa (26 Januari 2021)

Berdasarkan data yang dikumpulkan SuaraBantenNews.com, banjir yang terjadi pada 3 Desember 2020 melanda 193 kepala keluarga yang tinggal di 4 kelurahan di Kecamatan Citangkil, yaitu Samangraya, Tamanbaru, Kebonsari, dan Ciwaduk.

Di antara penyebabnya, lanjut Agus, daerah resapan air semakin sedikit, sementara jumlah penduduk semakin meningkat. Selain itu, kendala yang tidak terpecahkan sampai saat ini adalah saluran air yang melintasi jalan negara serta rel PT KAI (Kereta Api Indonesia) karena penanganannya bukan kewenangan daerah. Debit air yang melintasi saluran air jalan negara dan PT KAI tidak sebanding dengan saluran dan resapan air.

“Kita berharap Pak Wali Kota dan Pak Gubernur ada terobosan dalam menangani persoalan banjir ini. Aliran air dan resapan sudah tidak sesuai dengan kondisi saat ini,” paparnya.

Dalam pelaksanaan musrenbang yang baru digelar, Lurah Tamanbaru Nanang Umar Nafis menyerap aspirasi masyarakat terkait usulan penanganan banjir di kelurahannya. Penanganan banjir manjadi salah satu program prioritas yang harus dimasukan dalam musyawarah rencana pembangunan tingkat kelurahan dan akan diusulkan dalam musrenbang tingkat kecamatan. (Wawan/Atm)

Wartawan

Related posts