9.500 Calhaj Asal Banten Masih Menunggu Keputusan Pemerintah Arab Saudi

waktu baca 2 menit
Jumat, 29 Mei 2020 17:19 0 647 Ramzy

SERANG (SBN) — Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) masih menjadi momok, bukan saja bagi Indonesia tapi bagi banyak negara di dunia. Kekhawatiran akan infeksi penyakit itu mengakibatkan banyak Ketidakpastian, diantaranya masa depan Ibadah Haji 2020.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Banten, Bazari Syam mengatakan, hingga akhir Mei, belum ada kejelasan yang diterima pihaknya. Saat ini, ada 9.500 calon Jemaah Haji asal Banten masih menggunggu keputusan dari Pemerintah Arab Saudi

“Kita menunggu secara resmi keputusan yang dilaksanakan pada 1 Juni depan, itu informasi dari Kementerian Agama,” katanya saat ditemui di Kanwil Kemenag Banten, Kota Serang, Jumat, 29 Mei 2020.

Sementara itu, Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Machdum Bachtiar menambahkan, penyelenggaraan haji di tahun ini kemungkinan ada tiga opsi.

“Opsi pertama bisa ditunda oleh Pemeintah Arab Saudi, karenakan Arab Saudi tuan rumahnya. Kita harapkan sih tidak ada penundaan karena masyarakat Indonesia antusias, setelah delapa tahun menunggu. Tapi memang saat ini keadaannya seperti ini. Seharusnya mereka 26 Juni itu sudah harus masuk asrama untuk kloter pertama di Banten,” katanya.

Baca Juga :

Opsi yang kedua, sambungnya, bisa juga pemerintah Arab Saudi membuka tapi ada pembatasan. Misalnya yang diberangkatkan itu bagi jemaah haji yang usianya di bawah 50 tahun dan fisiknya yang prima, sehat dan kuat.

“Opsi ketiga, diberangkatkan semua dengan memperhatikan protokol kesehetan,” terangnya.

Ia menjelaskan, kalau ditunda tahun depan maka antrean akan semakin panjang, dan saat ini antriannya kalau di Banten 23 tahun.

“Tapi walau bagaimana pun Ibadah Haji itu dilaksanakan di Arab Saudi. Jadi kita mengikuti kebijakan pihak sana. Selain itu, haji itu intinya panggilan Allah SWT. Jadi kalau kita dipanggil pasti akan berangkat,” katanya.

Ia menambahkan, sebagian di beberapa daerah, bimbingan haji memang tertunda, tapi ada juga yang melaksanakan secara virtual.(Hendra/Zie)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

LAINNYA