Sachrudin Ajak Santri Kota Tangerang Kuasai Teknologi dan Perkuat Akhlak

waktu baca 3 menit
Kamis, 22 Okt 2026 14:07 7 Redaksi | Rachel

KOTA TANGERANG – Wali Kota Tangerang H. Sachrudin mengajak ribuan santri menjadikan penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, inovasi, dan akhlak mulia sebagai bekal menghadapi tantangan zaman serta menyongsong Indonesia Emas.

Pesan tersebut disampaikan Sachrudin saat bertindak sebagai pembina upacara peringatan Hari Santri Nasional 2026 di kawasan Taman Elektrik, Kota Tangerang, Kamis (22/10/2026).

Upacara tersebut diikuti ribuan santri dari berbagai pondok pesantren di Kota Tangerang. Hadir pula Wakil Wali Kota Tangerang H. Maryono, Sekretaris Daerah H. Herman Suwarman, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta pengurus Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP).

Para santri mengikuti upacara peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Kota Tangerang. Santri didorong untuk terus meningkatkan kompetensi, beradaptasi dengan perkembangan teknologi, dan menjaga nilai-nilai agama sebagai bekal menyongsong Indonesia Emas.

Para santri mengikuti upacara peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Kota Tangerang. Santri didorong untuk terus meningkatkan kompetensi, beradaptasi dengan perkembangan teknologi, dan menjaga nilai-nilai agama sebagai bekal menyongsong Indonesia Emas.

Dalam amanatnya, Sachrudin menegaskan bahwa santri memiliki peran strategis dalam perjalanan bangsa. Jika dahulu santri berjuang mempertahankan kemerdekaan melalui perjuangan fisik, kini perjuangan tersebut harus dilanjutkan melalui pendidikan, inovasi, dan pembentukan karakter.

“Jika dahulu para santri menguatkan negeri dengan perjuangan fisik mempertahankan kemerdekaan, maka hari ini santri harus menguatkan negeri dengan ilmu pengetahuan, teknologi, inovasi, dan akhlak mulia,” ujar Sachrudin.

Santri Didorong Adaptif terhadap Perkembangan Zaman

Menurut Sachrudin, perkembangan zaman menuntut santri untuk terus belajar, meningkatkan kompetensi, dan beradaptasi dengan kemajuan teknologi. Namun, kemampuan tersebut harus tetap diimbangi dengan nilai-nilai agama dan budaya sebagai landasan karakter.

Ia menilai perpaduan kemampuan intelektual dan akhlak mulia menjadi modal penting bagi santri untuk bersaing sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.

Dengan bekal tersebut, santri diharapkan mampu mengambil peran lebih besar dalam pembangunan daerah maupun nasional, termasuk mendukung terwujudnya Indonesia Emas.

“Santri bukan hanya penjaga nilai-nilai agama, tetapi juga bagian penting dari masa depan bangsa. Kita ingin santri Kota Tangerang menjadi generasi yang berilmu, berakhlak, menguasai teknologi, dan memiliki daya saing untuk berkontribusi dalam pembangunan,” tegasnya.

Pemkot Tangerang Siapkan Program Pemberdayaan Santri

Sebagai bentuk dukungan terhadap kemajuan santri dan pondok pesantren, Pemerintah Kota Tangerang terus menghadirkan sejumlah program strategis.

Program tersebut di antaranya pembangunan Graha Santri 2210 sebagai pusat pergerakan dan pemberdayaan santri, tradisi Jalan Sarungan untuk memperkuat identitas dan kebersamaan, serta Liga Santri cabang olahraga sepak bola sebagai wadah pembinaan sportivitas dan prestasi.

Sachrudin berharap peringatan Hari Santri Nasional tidak sekadar menjadi agenda tahunan, tetapi juga momentum untuk meningkatkan kualitas pendidikan Islam dan membuka ruang lebih luas bagi santri untuk berkembang, berkarya, serta meraih prestasi.

Ia pun mengajak seluruh santri menjaga persatuan dan terus meningkatkan kapasitas diri agar mampu menjawab berbagai tantangan bangsa.

“Teruslah belajar, kuasai teknologi, jaga akhlak, dan jadilah pelopor kemajuan. Buktikan bahwa santri mampu menjadi generasi yang membawa manfaat bagi sesama, membanggakan daerah, dan turut mengawal Indonesia menuju masa depan yang maju, mandiri, adil, dan sejahtera,” pungkasnya.(rhl)

LAINNYA