Harga Cabai Melonjak dan Bertahan, Pedagang Minta Pemerintah Kota Cilegon Turun Tangan

  • Whatsapp
Cabai Mahal, Harga Cabai Naik, Harga Cabai Hari Ini, Harga Cabai di Cilegon, Berita Banten, Berita Banten Terbaru, Berita Banten Hari Ini, Berita Cilegon, Berita Cilegon Terbaru, Berita Cilegon Hari Ini: Harga Cabai Melonjak dan Bertahan, Pedagang Minta Pemerintah Kota Cilegon Turun Tangan
Edi, salah seorang pedagang cabai, tengah merapikan barang dagangannya di Pasar Blok F Cilegon (Wawan /SuaraBantenNews)

CILEGON (SBN) — Harga cabai di Pasar Blok F terus naik. Selama pandemi covid-19, harga cabai mencapai titik tertinggi, yakni Rp125 ribu/kilogram, dan bertahan. Padahal, sebelumnya harga tertingginya hanya Rp100 ribu/kilogram. Demikian disampaikan Edi, salah seorang pedagang di Pasar Blok F, Senin (1 Maret 2021).

Kondisi itu, kata Edi, membuat pedagang mengeluh dan meminta pemerintah turun tangan untuk mengatasinya. Pasalnya, harga cenderung terus naik karena harga hari ini akan menjadi harga standar pada hari berikutnya.

Harga cabe rawit merah saat ini berkisar di angka Rp125 ribu/kilogram, cabe rawit hijau Rp70 ribu/kilogram, cabe merah keriting Rp50 ribu/kilogram, dan cabe merah biasa Rp45 ribu/kilogram.

“Kalau sudah begini, bagaimana nasib kita pedagang ke depannya? Pemerintah di mana ini?” katanya.

Harga tinggi untuk cabai yang terjadi selama pandemi ini berlangsung cukup lama. Umumnya, harga tinggi hanya berlangsung satu bulan lalu turun kembali. Namun, kali ini harga terus naik dan dikhawatirkan harga yang berlaku saat ini menjadi harga normal.

Akibat kenaikan harga yang melonjak ini pendapatan dan aktivitas berdagang pun menurun. Biasanya, Edi mulai berdagang pukul 04.00 WIB dan pulang pada 16.00 WIB. Saat ini sekitar pukul 14.00 WIB dia sudah pulang.

Selain itu, omset yang didapat jauh mengalami penurunan sekitar 50 persen dibanding waktu biasa.

Meski demikian, lanjut Edi, pembeli masih cukup ramai meski mereka mengurangi volume belanjaannya.

Sekretaris Dinas Perindustrian Pedagang Bayu Panatagama mengiakan bahwa ada kenaikan harga komoditas sayuran yang bertahan cukup lama lantaran faktor cuaca, banjir, dan gagal panen sehingga pasokan komoditas tersebut terlambat.

“Indag Provinsi dan Bidang Perdagangan Cilegon sudah terjun ke lapangan untuk menginventarisir penyebab sekaligus mengambil langkah yang akan dilakukan oleh Pemerintah,” katanya.

Bayu menambahkan, untuk penanganan jangka panjang, Disperindag (Dinas Perindustrian dan Perdagangan) Kota Cilegon akan mengajukan pergudangan sebagai antisipasi saat kondisi harga pasaran naik dan pasokan komoditas terlambat seperti saat ini. (WawanAtm)

Wartawan

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *