Debu Pasir Hitam Kembali Cemari Lingkungan Makam Maja Cilegon

  • Whatsapp
Polusi Debu Pasir Hitam, Debu Pasir Hitam Rawa Arum, Polusi Pabrik Cilegon, Polusi Industri Cilegon, Berita Banten, Berita Banten Terbaru, Berita Banten Hari Ini, Berita Cilegon, Berita Cilegon Terbaru, Berita Cilegon Hari Ini: Debu Pasir Hitam Kembali Cemari Lingkungan Makam Maja Cilegon
Debu pasir hitam yang menempel di lantai dan benda-benda di rumah warga Lingkungan Makam Maja, RT 03/05, Kelurahan Rawa Arum, Kecamatan Grogol, Cilegon (Warga untuk SuaraBantenNews)

CIILEGON (SBN) — Masyarakat lingkungan Makam Maja, RT 03/05, Kelurahan Rawa Arum, Kecamatan Grogol, kembali mengeluhkan debu pasir hitam yang menerpa permukiman dan terasa mengganggu. Namun, belum diketahui secara pasti sumber debu pasir hitam itu berasal.

“Warga merasa resah dan khawatir dengan adanya debu pasir hitam yang kemungkinan debu industri. Tapi kita belum tahu dari mana asalnya,” ujar Didi, salah seorang warga setempat, Senin (8 Maret 2021).

Read More

Debu pasir hitam itu diketahui warga mulai sekitar pukul 16.00 WIB karena tersebar di lantai rumah dan menempel di kaki warga.

Sebelumnya, kata Didi, peristiwa seperti itu pernah terjadi dan bersumber dari pabrik sekitar, sepert, PT Posko, Cabotm dan Tenaris. Namun, kali ini dia tidak ingin berspekulasi dan belum dapat memastikan dari mana sumber debu pasir hitam tersebut.

Amriti, Ketua RT 03, Lingkungan Makam Maja, membenarkan bahwa ada pasir debu hitam menerpa permukiman warga dan membuat warga khawatir. Namun, dia juga belum mengetahui sumber debu tersebut dan akan mencari informasi.

Karena perisitwa itu, warga Lingkungan Makam Maja akan berkoordinasi dengan dinas terkait serta Komisi II dan IV DPRD untuk menindaklanjuti pencemaran lingkungan yang dapat mengancam kesehatan warga tersebut.

Warga juga akan meminta pihak-pihak terkait membantu mencari tahu sumber pencemaran itu sekaligus mengambil langkah tegas agar pelaku bertanggung jawab atas pencemaran tersebut.

“Peristiwa ini harus menjadi perhatian Wali Kota untuk menegur keras perusahaan yang kerap melakukan pencemaran lingkungan sekaligus menginventarisir sejauh mana ketaatan pihak perusahaan terhadap UU PPLH,” tutup Amriti. (Wawan/Atm)

Wartawan

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *