Warga Membeludak, Vaksinasi di Kota Serang Malah Timbulkan Kerumunan

  • Whatsapp

SERANG (SBN) — Ketua Komisi II DPRD Kota Serang, Pujianto menyayangkan terjadinya kerumunan pada gebyar vaksinasi pada Selasa (29/6/2021) kemarin di Stadion Maulana Yusuf dan Terminal Cipocok yang digelar Pemkot Serang.

Akibat kerumunan dan antrean panjang tersebut, bahkan salah seorang peserta vaksinasi sampai ada yang jatuh pingsan seusai divaksin, lantaran alami kelelahan dan dehidrasi.

Read More

Meski begitu, Pujianto mengakui, bahwa kegiatan vaksinasi merupakan program yang sudah baik dalam rangka memutus mata rantai covid-19.

“Dasar hukum vaksinasi, Perpres No 99 Tahun 2020 tentang pengadaan vaksin dan pelaksanaan vaksinasi dalam rangka penanggulangan pandemi, dan Permenkes No 84 tahun 2020 tentang penanggulangan pandemi virus corona. Ini memang baik, dan merupakan upaya yang dibuat oleh pemerintah untuk rakyat Indonesia agar terhindar dari virus ini,” ucap Pujianto, Kamis (1/7/2021).

Akan tetapi, sambung Politisi Nasdem tersebut, berdasarkan beberapa media dan fakta di lapangan, gebyar vaksinasi itu menimbulkan kerumunan, dan menurutnya ini sangat mengkhawatirkan, karena tujuannya agar terhindar dari virus korona, tetapi justru berpotensi adanya klaster baru.

“Ini perlu jadi bahan evaluasi, bahwa pemerintah harus membuat formulasi yang tepat, persiapan dan perencanaan yang matang supaya tidak ada kerumunan. Saya lihat di 2 lokasi ini, yakni stadion dan Terminal Cipocok ramai sekali dan menimbulkan kerumunan,” ungkapnya.

Pujianto menilai, Pemkot masih lemah dalam menyosialisasikan kepada masyarakat tentang vaksinasi ini, padahal, jelasnya, tempat vaksinasi di Kota Serang ada 33 titik yang bisa didatangi masyarakat untuk vaksinasi. Dirinya juga menekankan kepada masyarakat agar datangnya sesuai jadwal yang telah ditentukan, untuk mengantisipasi adanya antrean yang berlebih.

“Saya juga menyoroti terkait pendaftaran yang melalui sistem online dan offline, karena sempat terjadi kegaduhan disebabkan ada beberapa pendaftar online didahulukan ketimbang pendaftar offline yang datang sejak pagi dalam satu tempat. Maka panitia harus bisa menjelaskan kepada masyarakat agar tidak ada kegaduhan seperti ini, dan bisa saja kan dibagi, misal yang online kuotanya seratus di titik ini, begitu pun yang offline,” ujarnya.

“Jadi Pemkot harus mengevaluasi pelaksanaan vaksinasi massal ini, agar tidak lagi membuat kerumunan dan kegaduhan. Jadi ke depan harus disiapkan secara matang. Sosialisasikan juga kepada masyarakat bahwa vaksinasi di 33 titik itu juga bisa, agar proses vaksinasi bisa dipecah sehingga tidak menimbulkan kerumunan, dan juga mengimbau kepada masyarakat agar dalam proses vaksinasi tetap menjalankan protokol kesehatan,” imbaunya. (Hendra)

Wartawan

Related posts