Kasus Pembubaran Ibadah di Tangsel Berakhir Damai, Warga dan Mahasiswa Saling Memaafkan

Rikhi Ferdian Herisetiana
15 Mei 2024 18:27
2 menit membaca

SuaraBantenNews.Com – Kasus pembubaran aktivitas beribadah oleh warga di Babakan, Setu, Kota Tangerang Selatan, terhadap masiswa katolik Universitas Pamulang (Unpam) beberapa waktu lalu, berakhir damai.

Warga dan mahasiswa yang sempat berseteru tersebut sepakat untuk berdamai usai keduabelah pihak dipertemukan oleh Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie, di rumah dinasnya.

Benyamin pun menyambut baik perdamaian tersebut. Kata dia, hal itu tentunya menunjukkan bahwa Kota Tangselnmerupakan kota yang aman dan nyaman untuk semua suku dan agama.

“Permasalahan yang sempat ada murni kesalahpahaman yang terjadi di antara kedua pihak,” ujarnya, dikutip Rabu 15 Mei 2024.

Menurutnya, pertemuan itu juga menunjukkan semangat kedamaian dan toleransi dalam menyelesaikan permasalahan yang melibatkan berbagai pihak.

Dia pun berharap langkah konstruktif tersebut dapat terus berlanjut untuk memperkuat kerukunan di wilayah Tangsel.

“Jadi kita semua saling meminta maaf dan memberi maaf. Ini pelajaran yang paling berharga di kehidupan kita. Dan ini tidak boleh terulang lagi,” kata dia.

Marat, selaku Ketua RW 02 Poncol, Babakan turut menyampaikan permohonan maaf atas kejadian yang sempat ramai diberitakan tersebut.

“Saya sebagai ketua RW mewakili warga memohon maaf atas kejadian kemarin. Semoga bisa buat pembelajaran dan tidak terjadi lagi,” ucapnya.

Hal yang sama juga disampaikan Kevin perwakilan dari Mahasiswa Unpam Asal Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Kami memohon maaf, mari kita sama-sama wujudkan Tangsel yang cerdas, Tangsel yang modern, Tangsel yang religius,” kata Kevin menambahkan.