Solusi Banjir di Kruwuk Dinilai Belum Tepat, Walikota Diminta Tinjau Lokasi

  • Whatsapp
Banjir di Cilegon, Pelebaran Badan Sungai Kruwuk, Drainase Buruk, Banjir Kiriman, Kelurahan Rawa Arum, Berita Banten, Berita Banten Terbaru, Berita Banten Hari Ini, Berita Cilegon, Berita Cilegon Terbaru, Berita Cilegon Hari Ini: Solusi Banjir di Kruwuk Dinilai Belum Tepat, Walikota Diminta Tinjau Lokasi
Pengerjaan Kali Kruwuk di Lingkungan Tegal Wangi, Kelurahan Rawa Arum, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon, yang dianggap kurang tepat sebagai solusi ni masalah banjir (Foto: Wawan Kurniadi/SuaraBantenNews)

CILEGON (SBN) — Warga Kampung Tegal Wangi Kruwuk RT 03/07, Kelurahan Rawa Arum, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon mengeluhkan penanganan banjir yang dinilai kurang tepat. Warga meminta badan sungai yang dikerjakan lebarnya 25 meter, tetapi yang dikerjakan hanya setengahnya.

Nasehudin, Ketua RT 03/07, Lingkungan Tegal Wangi, Kelurahan Rawa Arum, mengatakan perlunya keseriusan pemerintah daerah dalam mengatasi persoalan banjir di wilayahnya. Demikian dia katakan di kediamannya, Jumat (5 Maret 2021).

Read More

Banjir di Cilegon, Pelebaran Badan Sungai Kruwuk, Drainase Buruk, Banjir Kiriman, Kelurahan Rawa Arum, Berita Banten, Berita Banten Terbaru, Berita Banten Hari Ini, Berita Cilegon, Berita Cilegon Terbaru, Berita Cilegon Hari Ini: Solusi Banjir di Kruwuk Dinilai Belum Tepat, Walikota Diminta Tinjau Lokasi
Pengerjaan Kali Kruwuk di Lingkungan Tegal Wangi, Kelurahan Rawa Arum, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon, yang dianggap kurang tepat sebagai solusi ni masalah banjir (Foto: Wawan Kurniadi/SuaraBantenNews)

Menurutnya, penanganan yang sekarang terkesan dibiarkan berlarut-larut, padahal warga terdampak sangat menanti upaya penyelesaian yang nyata.

“Kami minta Wali Kota bisa turun tangan meninjau langsung lokasi serta memberikan solusi,” ujarnya.

Nasehudin mengungkapkan, meski sudah dibangun tanggul penahan tanah, warga menyebut itu bukan solusi utama dalam mengatasi masalah banjir. Pasalnya, sungai di dekat pemukiman warga tersebut harus menampung air kiriman dari dua kecamatan, yakni Grogol dan Citangkil.

“Dulu kita minta sungai dilebarkan 25 meter. Saat pengerjaan, hanya 12 meter. Itu kan aneh? Padahal tanggul masih belum teruji,” ungkapnya.

Ia mengaku telah melakukan berbagai upaya untuk menyampaikan saran dan masukan kepada Dinas PU-TR (Pekerjaan Umum dan Tata Ruang). Namun, hingga kini saran dan masukan itu masih diabaikan. Ia dan warga berharap penuh agar Wali Kota bisa menyelesaikan permasalahan banjir yang masih meresahkan dan menghantui masyarakat itu.

Ketua Komisi II DPRD Kota Cilegon Faturohmi meminta tim penanganan banjir yang telah dibentuk segera menindaklanjuti. Kepada eksekutif, ia juga mendesak agar permasalahan tersebut segera diatasi.

“Mengingat kita sudah menggelar hearing sebanyak 3 kali, seharusnya sudah menghasilkan solusi,” ungkapnya.

Sekretaris Fraksi Berkarya Kota Cilegon Buhaiti Romli sebelumnya menanyakan kinerja Tim Penanggulangan Banjir yang telah dibentuk Pemerintah bersama DPRD serta masyarakat dan pihak industri.

Buhaiti juga menyampaikan, masyarakat di wilayah dapilnya (Grogol–Pulomerak) kerap menanyakan kepadanya terkait penanganan banjir. (Wawan/Atm)

Wartawan

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *