Imbas Proyek Strategis Nasional, Persawahan di Banten Berkurang

  • Whatsapp
Berita Banten, Berita Banten Hari Ini, Berita Banten Terbaru, Serang, Serang Hari Ini, Serang Terbaru, Peristiwa, Peristiwa Hari Ini, Peristiwa Terbaru, Berita Viral, Berita Viral Hari Ini, Berita Viral Terbaru: Imbas Proyek Strategis Nasional, Persawahan di Banten Berkurang

SERANG (SBN) — Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten, Agus M Tauchid mengatakan, luas lahan sawah terbesar di Kabupaten Pandeglang dengan luas 52,64 ribu hektar atau sekitar 25,52 persen dari total sawah di Provinsi  Banten.

“Kemudian diikuti Kabupaten lebak dengan luas sawah sebesar 51,30 ribu hektar atau 25,84 persen, dan di posisi ketiga luas sawah di Kabupaten Serang sebesar 48,12 ribu hektare atau 24,24 persen,” ujarnya.

Read More

Sementara itu, luas sawah terkecil berada di Kota Tangerang Selatan dan Kota Tangerang dengan luas masing-masing sebesar 10 hektar dan 351 hektar.

“Kalau untuk penambahan luas lahan persawahan tidak ada, tapi kalau pengurangan pasti ada, seperti karena terdampak Proyek Strategis Nasional (PSN) tol Serang-Panimbang,” katanya.

“Karena itu PSN, kita tidak mempunyai kebijakan, semuanya dari pusat tentunya dengan mempertimbangkan berbagai hal,” katanya.

Sedangkan untuk produksi padinya, lanjut Agus, berdasarkan data dari BPS Provinsi Banten selama tahun 2020 mencapai 325,33 ribu hektar.

Luas panen tertinggi terjadi pada bulan April yaitu sebesar 80,73 ribu hektar, sementara luas panen terendah terjadi pada bulan Januari dengan luas panen sebesar 2,99 ribu hektar.

Bila dilihat dari distribusi luas panen padi di Banten, maka luas panen terbesar di Kabupaten Serang dengan luas panen sebesar 82,39 ribu hektar diikuti Kabupaten Lebak sebesar 81,41 ribu hektar, dan Kabupaten Pandeglang sebesar 82,11 ribu hektar. Luas panen terendah di Kota Tangerang Selatan sebesar 1 hektar.

Produksi Padi di Banten dari Januari hingga Desember 2020 sebesar 1,65 juta ton Gabah Kering Giling (GKG). Produksi tertinggi terjadi pada bulan April yaitu sebesar 429,75 ribu ton, sementara produksi terendah pada bulan Desember yaitu sebesar 15,83 ribu ton.

Wartawan

Related posts