Minta WH Cairkan Bosda, Ratusan Kepsek SMA/SMK Se-Banten Gelar Istighosah di KP3B

  • Whatsapp
Berita Banten, Berita Banten Hari Ini, Berita Banten Terbaru, Serang, Serang Hari Ini, Serang Terbaru, Peristiwa, Peristiwa Hari Ini, Peristiwa Terbaru, Berita Viral, Berita Viral Hari Ini, Berita Viral Terbaru: Minta WH Cairkan Bosda, Ratusan Kepsek SMA/SMK Se-Banten Gelar Istighosah di KP3B

SERANG (SBN) — Ratusan kepala sekolah swasta mulai dari SMK, SMA, dan SKh di Provinsi Banten menggelar aksi unjuk rasa di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B) di Curug, Kota Serang, Senin, 17 Januari 2022.

Aksi dipicu tak cairnya Dana Bantuan Operasional Sekolah Daerah atau Bosda untuk ratusan ribu siswa SMA/SMK/ SKH Swasta di Banten pada 2021. Padahal, Pemprov Banten telah meneken MoU pencairan Bosda di atas materai dengan Forum Kepala Sekolah Swasta Provinsi Banten.

Read More

Masa aksi menggelar salat dhuha terlebih dahulu di Masjid Al Bantani, kemudian dilanjutkan dengan stighosah dan doa bersama.

Ketua Forum Komunikasi Kepala Sekolah Menengah dan Kejuruan Swasta (FK2SMKS) Provinsi Banten Ahmad Ali Subhan mengatakan, pada awal tahun 2020 pihaknya diminta untuk mengajukan proposal bantuan hibah Bosda oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Banten untuk dimasukkan pada budget anggaran tahun 2021.

“Berdasarkan permintaan itu, saya bersama ratusan Kepsek SMK lainnya membuat proposal pengajuan serta memenuhi berbagai proses tahapan lainnya yang cukup menguras tenaga, waktu dan pikiran,” katanya.

Ali menambahkan, proposal diajukan kepada Disdikbud Provinsi Banten, untuk kemudian mereka yang akan melakukan upload ke aplikasi E-Hibah.

“Dalam prosesnya kemudian muncul besaran dana yang akan kami terima sekitar Rp250.000/siswa, SK pencairan sampai pada pembuatan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD), sampai pada surat permintaan pencairan, itu sudah dibuatkan juga,” katanya.

Setelah semua persyaratan itu selesai dipenuhi, sampai bulan Oktober 2021 kemarin belum juga kunjung cair. Kala itu pihaknya masih mencoba bersabar dan menunggu sampai akhir tahun 2021.

“Tapi ternyata apa yang kita khawatirkan itu ternyata terbukti, sampai sekarang dana itu belum juga dicairkan,” ucapnya.

Wartawan

Related posts