Korban Kekerasan Seksual terhadap Anak di Solear Mendapat Layanan Trauma Healing

  • Whatsapp
Berita Banten, Berita Banten Terbaru, Berita Banten Hari Ini, Berita Kabupaten Tangerang, Berita Kabupaten Tangerang Terbaru, Berita Kabupaten Tangerang Hari Ini, Berita Kekerasan terhadap Anak, Berita KDRT: Korban Kekerasan Seksual terhadap Anak di Solear Mendapat Layanan Trauma Healing
Kekerasan Seksual terhadap Anak (Foto: Ulrike Mai dari Pexels.com)

KABUPATEN TANGERANG (SBN) — Dinas Pemberdayaan Perlindungan Perempuan dan Anak (DP3A) Kabupaten Tangerang mengaku sudah memberikan trauma healing (penyembuhan trauma) kepada korban kasus kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur yang terjadi di wilayah Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang.

Korban yang masih berusia 14 tahun itu saat ini tengah hamil lima bulan. Trauma healing perlu dilakukan untuk membantu memulihkan kondisi psikologis anak tersebut dan keluarganya.

Read More

Kepala Bidang PPA pada DP3A Kabupaten Tangerang Cucu Heri Rukmantara menuturkan, korban yang tengah hamil lima bulan itu sudah diberikan trauma healing pertama guna memulihkan kondisi psikologisnya. Trauma healing diberikan oleh psikolog yang telah disiapkan dari DP3A Kabupaten Tangerang.

“Penanganan trauma healing terhadap korban dilakukan sebelum rekomendasi dari kepolisian turun,”  ujar Cucu kepada SuaraBantenNews, Rabu 3 Februari 2021.

Ia melanjutkan, trauma healing kepada korban akan dilakukan 3-8 kali sampai kondisi benar-benar pulih dari trauma pasca menjadi korban kekerasan seksual. Cucu bilang, pihaknya secepatnya akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang terkait dengan kelanjutan hak pendidikan korban mengingat korban masih dalam usia sekolah.

“Kita akan koordinasi ke Disdik (Dinas Pendidikan) untuk pendampingan. Biasanya kita juga ikut terjun. Mungkin korban nanti bisa ikut program paket kalau sudah melahirkan,” tandasnya.

Cucu mengatakan jumlah kasus kekerasan terhadap anak sudah turun sekitar 48 persen, yakni sebanyak 142 kasus di tahun 2020, 275 kasus di tahun 2019, dan 245 kasus ditahun 2018. Kekerasan terhadap anak itu kebanyakan berupa kekerasan seksual. Selama Januari 2021 ada 10 laporan kasus: 8 kasus kekerasan terhadap anak dan 2 kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

“Kekerasan seksual pada anak 5 kasus, pelecehan seksual pada anak 3 kasus, KDRT fisik 1 kasus, dan KDRT psikis 1 kasus,” tutupnya. (Restu/Atm)

Wartawan

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *