banner 468x60 banner 468x60

Pertahankan Kearifan Lokal, Kerajinan Bakul Jadi Produk Unggulan Desa Legok

Ramzy
28 Okt 2019 09:52
KONTAK KAMI 0 474
2 menit membaca

TANGERANG (SBN) — Sudah sekian lama warga Desa Legok, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang gemar memproduksi bakul. Selain menjadi produk unggulan desa dan mendongkrak perekonomian masyarakat, kerajinan ini pun berlangsung guna mempertahankan kearifan lokal desa.

Penjabat (Pj) Kepala Desa Legok, Ahmad Janani mengatakan, proses pembuatan bakul diawali dengan bambu dipotong – potong per ruas dan dibuang buku-bukunya. Kemudian, dibelah menjadi bentuk lembaran, bagian paling dalam digunakan untuk kaki bakul. Selanjutnya, lembaran bambu dijemur sampai kering dan diBelah lagi dengan ukuran kurang lebih 0,5 cm.

“Kemudian, dianyam, bagian atasnya diberi bambu yang melingkar dan bagian bawahnya diberi kaki dari bambu bagian dalam tadi,” kata Janani, Rabu (23/10/19).

Janani mengatakan, kerajinan tradisional yang sudah hampir tergilas oleh perkembangan jaman, tetapi di Desa Legok dengan budaya yang ada kerajinan masyarakat membuat bakul masih bisa dipertahankan.

“Seperti pembuatan bakul dan alat penyaringan dan nyiru. Tetapi yang paling dominan dipasarkan adalah bakul,” ungkapnya.

Ia menambahkan, karena yang paling dominan adalah bakul, maka di Desa Legok terdapat satu kampung yang rutin memproduksi bakul. Sehingga, lanjutnya, kampung tersebut dinamakan Kampung Legok Bakul.

“Banyaknya produksi bakul tergantung atas banyaknya pesanan,” ujarnya.

Menyebut, jika banyak yang melakukan pesanan, biasanya setiap perajin bisa memproduksi sebanyak satu kodi. Jika minimnya pesanan, biasanya perajin memproduksi bakul kurang dari itu.

“Pemasaran bisa langsung melalui pasar tradisional, bahkan ada yang mengambil dari tempat produksi,” pungkasnya.

Ia menyatakan, memang mayoritas warga Desa Legok aktivitas keseharianny yaitu bercocok tanam atau petani. Tetapi di saat kemarau mereka lebih memilih sebagai perajin bakul.

“Bahkan ada juga masyarakat melakukan aktivitas ini bersamaan menunggu datangnya musim panen,” tandasnya.(Adv)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan